Ewindo & UGM Jalin Kerjasama Penguatan Keragaman Genetik Tanaman Asli Indonesia
Mega Nugraha April 06, 2026 04:45 PM

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Universitas Gajah Mada (UGM) bekerja sama dengan East West Seed dalam upaya mencegah erosi genetik untuk menjaga kekayaan genetik tanaman asli Indonesia.

Kerjasama ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 2018 dan Kembali diperkuat pada 2026 dengan latar belakang masalah laju erosi genetik yang terjadi secara global akibat modernisasi pertanian dan hilangnya varietas lokal. 

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia menyampaikan, konservasi genetik merupakan Langkah penguatan dalam dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. Langkah ini menjadi penting di tengah modernisasi pertanian dan hilangnya tanaman varietas lokal.

“Kalau kita berbicara tentang pengembangan bibit unggul itu akan sampai pada kebiasaan orang dalam mengolah dan mengonsumsinya. Dengan memahami rantai pasok dari sumber, kita akan bisa memastikan kualitas dan gizi komoditas. Sumber daya genetik tanaman perlu kita lestarikan bersama-sama,” katanya.

Hingga saat ini, sebanyak lebih dari 2.000 aksesi kekayaan genetik tanaman lokal Indonesia berhasil dikoleksi, mencakup berbagai jenis sayuran seperti tomat, timun, wortel, pare, terong, seledri, paprika, labu, okra, cabai, dan komoditas lainnya yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Ikon Baru Hiasi Jalur Nagreg: Polda Jabar Resmikan Tugu Jagung Sebagai Simbol Ketahanan Pangan

Ke depan, UGM dan Ewindo akan memperkuat dan memperluas program ini melalui kegiatan collecting di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Presiden Direktur Ewindo, Glenn Pardede, menekankan bahwa investasi pada benih merupakan investasi jangka panjang bagi sistem pangan Indonesia, yang bergantun pada kualitas benih yang dimiliki. 

Dalam posisi itu, kata dia, Indonesia memiliki kekayaan genetik tamanan yang luar biasa namun tanpa upaya konservasi yang sistematis.

"Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memastikan bahwa sumber daya genetik tersebut tidak hanya terlindungi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Pihaknya melakukan pendekatan collect, conserve dan convey untuk pengelolaan bank genetik ini. Tahapan Collect dilakukan melalui eksplorasi dan pengumpulan benih lokal dari berbagai daerah. Selanjutnya, Conserve memastikan benih disimpan, diperbanyak, dan dievaluasi agar tetap hidup dan tidak punah. 

"Sementara Convey bertujuan memperluas pemanfaatan benih bagi riset, pemuliaan, hingga pengembangan produk pertanian.Dengan pendekatan ini, Bank Genetik tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga secara aktif menciptakan solusi untuk masa depan sistem pangan Indonesia," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.