Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kanwil Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Lampung terus mematangkan kesiapan kesehatan fisik dan mental calon jemaah haji asal Lampung 2026.
Pematangan kesiapan itu terutama bagi calon jemaah haji lanjut usia (Lansia). Hal itu dilakukan guna meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan saat jemaah melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kementrian Haji dan Umrah Lampung M. Ansori F Citra mengatakan, pihaknya telah menerapkan sistem istithaah (kemampuan) kesehatan sejak dini sebagai syarat mutlak pelunasan biaya haji.
Langkah ini diambil untuk menekan kejadian yang tidak diinginkan, di mana pada musim haji tahun 2025 total terdapat 19 jemaah haji meninggal dunia.
"Kita harapkan sampai pemberangkatan nanti jemaah kita sehat. Kalau ajal kematian saya tidak tahu ya, karena itu urusan Tuhan. Tapi paling tidak kita meminimalisir dengan ikhtiar melakukan pemeriksaan kesehatan," ujar Ansori, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Pemprov Lampung Ungkap Tujuan Pemberian Uang Saku Rp 1 Juta untuk Jemaah Haji
Ia membeberkan bahwa jemaah lansia di Lampung tahun ini belum terdata secara pasti. Namun, lanjutnya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, terdapat sekitar 1.600-an orang dari total 5.869 yang masuk kategori sehat tanpa catatan.
Artinya, lebih dari 4000 orang diantaranya masih memerlukan pendampingan kesehatan. "Untuk jumlah (jemaah lansia) pasti kita belum data seberapa banyak jumlah lansia kita. Tetapi tadi sudah dinyatakan dari Dinas Kesehatan, 1.600 sekian orang dinyatakan sehatnya sehat tanpa catatan," Kata Ansori.
"Sisanya berarti jemaah kita yang sehat dengan catatan, perlu pendampingan orang, dan pendampingan obat," imbuhnya.
Untuk memastikan jemaah benar-siap terbang ke tanah suci, Ansori mengatakan nantinya para calon jemaah haji Lampung juga bakal diperiksa kembali kesehatannya sesaat sebelum keberangkatan.
"Kita harapkan sampai pemberangkatan nanti jemaah kita sehat. Karena nanti ada pemeriksaan akhirnya itu ada di asrama haji oleh Balai Karantina Kesehatan," Ujarnya.
Untuk mengawal keselamatan para jemaah, Kemenag telah menyiapkan formasi petugas yang solid mulai dari pendamping ibadah hingga kesehatan.
Secara akumulatif, kata Ansori, Lampung menerjunkan 52 petugas kloter dan 31 Petugas Haji Daerah (PHD).
Nantinya, setiap kloter akan dikawal oleh 4 orang petugas kloter yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, serta dua tenaga medis (satu dokter dan satu perawat.
"Tahun ini hanya 31 petugas daerah yang diberikan (kuotanya). Alhamdulillah Lampung, pemerintah daerah baik provinsi ataupun daerah sudah mengalokasikan anggaran. Jadi Lampung tidak pernah menyisakan kuota petugas daerah, semuanya terpenuhi," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)