SRIPOKU.COM - Tudingan panas menyeret nama Fitri Salhuteru yang disebut sebagai dalang di balik penahanan Nikita Mirzani.
Tak terima dengan tudingan tersebut, Fitri Salhuteru angkat bicara.
Menanggapi tudingan tersebut, Fitri mengaku sama sekali tidak terganggu dengan berbagai label negatif yang diarahkan kepadanya.
“Saya mau dibilang dalang, saya mau dibilang Markus (makelar kasus), saya mau dibilang apa pun, silakan. Tapi apa pun julukan buat saya sesuai dengan apa yang terjadi hari ini,” ujarnya seperti dikutip.
Ia kemudian menjelaskan alasannya turun langsung mendampingi Reza Gladys.
Bagi Fitri Salhuteru, ia merasa perlu hadir untuk membantu seseorang yang tengah memperjuangkan keadilan.
“Kalau bukan saya yang berani speak up, kalau bukan saya yang berani mendampingi Dokter Reza Gladys, mungkin nggak akan seperti ini,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusannya berdiri di sisi Reza bukan tanpa alasan. Menurutnya, tidak banyak orang yang berani mengambil peran tersebut.
“Kalau bukan saya yang berdiri di sebelah Reza Gladys, siapa yang mau membantu dia untuk berdiri? Mungkin di Indonesia ini cuma saya yang bebal,” tambahnya.
Meski menuai cibiran dari publik, Fitri tetap pada pendiriannya.
Mantan sahabat Nikita Mirzani ini yakin langkah yang diambilnya sudah benar, bahkan tak segan melontarkan respons keras terhadap tuduhan yang dianggapnya tidak masuk akal.
“Biar aja orang mau ngomong apa. Saya tahu yang saya lakukan benar. Kalau ada yang bilang saya dalang, ya bod*h banget,” tegasnya.
Baca juga: Koar-koar Minta Keadilan, Perjuangan Nikita Mirzani Dikritik Fitri Salhuteru ‘Hukum Diobrak-abrik’
Sebelumnya langkah Nikita Mirzani yang mencari keadilan hingga mengirim surat terbuka kepada Presiden usai kasasinya ditolak justru menuai sorotan.
Aksinya itu memicu respons keras dari Fitri Salhuteru yang melontarkan kritik tajam di ruang publik.
Pasca putusan tersebut, Nikita Mirzani diketahui mengunggah surat terbuka yang ditujukan kepada Prabowo Subianto, Ketua Mahkamah Agung, Jaksa Agung RI, serta pimpinan Komisi Yudisial melalui akun Instagram pribadinya.
Unggahan itu pun menuai beragam respons dari publik, termasuk dari mantan sahabatnya, Fitri Salhuteru, yang belakangan diketahui memberikan dukungan kepada Reza Gladys.
Melalui pernyataannya yang ia sampaikan di unggahan Instagramnya, Fitri menyampaikan kritik tajam terhadap sikap Nikita.
Ia menilai Nikita belum menunjukkan perubahan meski telah berulang kali tersandung kasus hukum.
"Terpidana ini ga ada kapoknya yaa..dulu udh masuk penjara 2/ 3 kali yaa tetap aja bkin onar, ini skrng udh di dalam aja masih aja salahin APH," ujarnya.
Fitri Salhuteru juga menyinggung soal pandangan Nikita terhadap sistem hukum di Indonesia.
Ia menyayangkan adanya narasi yang dinilai seolah-olah menyudutkan penegakan hukum.
"Kasian hukum di negara kita dia obrak abrik krna ga berpihak ke dia seolah2 ketetapan hukum di negara kita ga bener ."
Lebih lanjut, Fitri mencoba menjelaskan terkait pasal TPPU yang menjerat Nikita.
Ia menilai ada kesalahpahaman dalam memahami makna dari pasal tersebut.
"Izin menjelaskan yaaa keterpidana , anda selalu blg ' sy tdk mengambil uang negara lah , heh pasal TPPU mmg artinya ' TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG ' Tp lu tanya sm orang hukum biar ga begoo trs , bego tp sok pinter," jelasnya.
Dalam penjelasannya, Fitri menekankan bahwa pasal TPPU tidak selalu berkaitan langsung dengan uang negara, melainkan dengan hasil tindak pidana.
"pasal TPPU itu digunakan apabilaaa ada seseorang yg melakukan tindak pidana yang mendapatkan uang dengan cara ga bner atau dari perbuatan melawan hukum. Jadi lo jangan giring2 seolah2 hukum negaraa ini ga bener karna menetapkan lo," terang Fitri.
Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan agar Nikita melakukan refleksi diri dan tidak kembali membuat kontroversi.
"Mendingan lo merenung, berubah deh jangan buat onar terus."
Di akhir, Fitri menegaskan konsekuensi hukum yang harus diterima Nikita atas putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.
"Intinya lo nanti bebas akan menyandang status napi pemeras dan pelaku TPPU kata negara ya," pungkasnya.