Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Anggota DPD RI, Leni John Latief, menyoroti beban belanja pegawai, khususnya gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang dinilai menjadi kendala bagi pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Leni John Latief mengungkapkan, saat ini banyak pemerintah daerah mengeluhkan tingginya beban belanja pegawai yang masih harus ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Belanja pegawai termasuk PPPK (harusnya) menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Ini yang menjadi kendala pemerintah daerah, tidak sedikit yang mengadu ke kami,” ujarnya kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (4/4/2026).
Beban APBD dan Gaji PPPK
Menurutnya, kondisi tersebut semakin memberatkan karena anggaran daerah mengalami penurunan, sementara kewajiban pembayaran gaji terus berjalan.
“Karena gaji PPPK masuk dalam APBD, sementara APBD kita mengalami pengurangan, agak seret. Apalagi jumlah yang harus ditanggung tidak sedikit, selain PPPK juga ada PNS,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat turut mempersempit ruang fiskal daerah.
Di sisi lain, banyak daerah, termasuk di Provinsi Bengkulu, masih memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif kecil.
Kondisi ini, lanjutnya, tidak hanya terjadi di Bengkulu, melainkan hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Akan Dibahas di DPD RI
Karena itu, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pembahasan di DPD RI agar mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
“Ini akan menjadi pembahasan kami di DPD RI, karena bukan hanya di Bengkulu saja, tetapi di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada daerah, mengingat pemerintah daerah merupakan ujung tombak dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kita berharap kebijakan dari pemerintah pusat bisa berpihak kepada pemerintah daerah. Saya pribadi sangat mendukung adanya solusi dari pemerintah pusat, karena pemerintah daerah ini ujung tombak pelayanan,” tutupnya.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini