Seorang Petani di Bombana Tewas Tenggelam saat Cari Ikan, Jasad Ditemukan Memegang Jerigen
Desi Triana Aswan April 04, 2026 09:45 PM

TRIBUNNEWSSULTRA, KENDARI- Seorang petani warga Kelurahan Kastarib, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan meninggal dunia dalam posisi terapung di perairan Kelurahan Boepinang Barat, Sabtu (4/4/2026) siang. 

Korban yang diketahui bernama Rustam (40) diduga kuat mengalami kecelakaan saat sedang mencari ikan seorang diri di tengah cuaca laut yang tidak menentu.

Jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA oleh seorang nelayan setempat, Doyo (20).

Saat itu, Doyo tengah dalam perjalanan pulang usai mencari gurita.

Perhatiannya tertuju pada sebuah jerigen putih yang terapung di dekat garis pantai Lingkungan Bajo Barat.

"Saat mendekati jerigen tersebut, saksi mendapati sesosok tubuh yang berada di bawah permukaan air dalam posisi tangan masih memegang erat tali jerigen," ujar Plt. Kapolsek Poleang Iptu Sudirman, saat dikonfirmasi pada Sabtu malam.

Baca juga: Kronologi Petani Tewas Disambar Petir di Tongauna Konawe Sulawesi Tenggara, Alami Luka Hangus

Mengetahui kejadian tersebut, Doyo segera meminta bantuan kepada rekan-rekannya, Herdi (35) dan Justang (42).

Ketiganya kemudian mengevakuasi jenazah korban menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Boepinang Barat.

Informasi penemuan ini segera diteruskan ke Polsek Poleang melalui Najir (54), salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Iptu Sudirman segera mengamankan lokasi dan membawa jenazah ke Puskesmas Poleang untuk menjalani pemeriksaan medis. 

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, polisi menduga korban mengalami kecelakaan saat sedang melakukan aktivitas "menyuluh" atau mencari ikan dengan alat penerangan di malam atau dini hari.

"Dugaannya korban terseret arus pasang dan ombak saat sedang melaut, lalu tenggelam hingga jasadnya terbawa ke tepian tanggul," tambah Sudirman.

Pihak medis dari Puskesmas Poleang yang melakukan pemeriksaan luar (visum et repertum luar) menemukan adanya luka pada pelipis sebelah kanan dan luka lecet di bagian siku kanan korban. Meski demikian, belum ditemukan adanya indikasi kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

Keluarga korban menuturkan bahwa Rustam memang terbiasa melaut seorang diri untuk menambah penghasilan selain dari profesi utamanya sebagai petani. Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.

Jenazah Rustam rencananya akan disemayamkan dan dimakamkan di kampung halamannya, Desa Rakadua, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, pada Sabtu ini (*)

(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.