TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Mentawai menyebut belum ada laporan kerusakan akibat gempa magnitudo 5,7 di Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Sabtu (4/4/2026). pukul 18:21 WIB
Gempa juga dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Provinsi Sumatera Barat seperti goncangan kuat dalam beberapa detik.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Mentawai, Abital Saguntung menyebut pihaknya belum mendapatkan laporan kerusakan.
"Sampai saat ini di seputaran ibu Kabupaten Kepulauan Mentawai masih dalam kondisi aman," ucapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com.
Sementara itu, ia juga mengatakan dalam penelusuran pihaknya, warga masih beraktivitas seperti biasa pasca gempa.
Baca juga: Subduksi Lempeng Picu Gempa Mentawai M 5,7, Getaran Terasa hingga Padang dan Bukittinggi
Bahkan ia mengaku warga tidak panik saat terjadi atau pasca gempa dengan magnitudo 5,7 di Tua Pejat, Mentawai tersebut.
"Kalau warga tidak panik, karena guncangannya hanya sebentar dan mereka beraktivitas seperti biasa," pungkasnya.
Akan tetapi, pihak BPBD tetap mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi gempa susulan dan ancaman potensi setelahnya.
"Kita sudah menghimbau masyarakat tetap waspada," tambahnya.
Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 yang berpusat di Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng.
Keterangan ini dikeluarkan oleh Kepala BMKG Padang Panjang, Suadi Ahadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Bojan Hodak Andalkan Kedalaman Skuad Persib Bandung Hadapi Semen Padang, Tiga Pilar Utama Absen
Suaidi menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,12° LS ; 99,97° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 Km arah Tenggara Pejat, Sumatera Barat pada kedalaman 40 km," ucapnya.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
Gempa ink disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( _thrust fault_ ).
"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman dengan skala intensitas III-IV MMI," sebutnya.
Bila terjadi pada siang hari, gempa dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, daerah Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan skala intensitas II-III MMI.
Baca juga: Persib Bandung Incar Poin Penuh di Kandang Semen Padang FC, Bojan Hodak: Setiap Laga Adalah Final
Gempa yang dirasakan masyarakat berupa getaran seakan akan truk berlalu, seperti di daerah Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Solok Selatan dengan skala intensitas II MMI
"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.
Hingga pukul 18.43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.(*)