TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gempa bumi dengan magnitudo 5,7 yang berpusat di Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng.
Kepala BMKG Padang Panjang, Suadi Ahadi dalam keterangan tertulis menyampaikan ini Sabtu (4/4/2026).
Suaidi menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,12° LS ; 99,97° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 Km arah Tenggara Pejat, Sumatera Barat pada kedalaman 40 km," ucapnya.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
Baca juga: Bojan Hodak Andalkan Kedalaman Skuad Persib Bandung Hadapi Semen Padang, Tiga Pilar Utama Absen
Gempa ink disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( _thrust fault_ ).
"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman dengan skala intensitas III-IV MMI," sebutnya.
Bila terjadi pada siang hari, gempa dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, daerah Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan skala intensitas II-III MMI.
Gempa yang dirasakan masyarakat berupa getaran seakan akan truk berlalu, seperti di daerah Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Solok Selatan dengan skala intensitas II MMI
Baca juga: Marc Klok Antusias Atmosfer di Padang, Persib Bandung Targetkan Poin Penuh di Kandang Kabau Sirah
"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.
Hingga pukul 18.43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.(*)