Menyimak Strategi Pebisnis Kuliner Ciptakan Dampak Sosial Lewat Pemberdayaan Lansia
Wahyu Aji April 04, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Lansia bisa tetap produktif dengan menjalani pekerjaan layaknya yang dijalani mereka yang berusia muda.

Jika kita pergi ke Jepang, akan dengan mudah melihat para lansia yang tetap aktif bekerja termasuk di sektor publik seperti di restoran hingga menjadi pekerja apron di bandara.

Di Jakarta, pemandangan serupa bisa ditemukan di Uma Oma Heritage, sebuah rumah makan bergaya Nusantara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Firhan Salam, Co-Founder Uma Oma Group mengatakan, sejak awal dia membangun bisnis kuliner ini bersama koleganya, ingin menjalankan visi bisnis yang berdampak sosial.

Restorannya mempekerjakan banyak lansia mulai dari urusan dapur sampai menangani pesanan para tetamu yang datang ke restorannya.

Firhan bukan orang baru di bisnis kuliner. Sebelumnya dia sudah mendirikan Uma Oma Cafe di kawasan Blok M Jakarta Selatan.

Menurutnya, rumah makan yang dia bangun kali ini merupakan perluasan bisnis dari kafe yang sudah dibangunnya.

Konsep yang dipilih adalah restoran masakan Nusantara dengan konsep citarasa yang otentik.

 Ambience yang dihadirkan adalah mengajak mereka yang makan di sini serasa makan di rumah nenek dengan suasana ruangan yang nyaman.

Ini sejalan dengan konsep yang diusung yakni 'Warisan Rasa, Hangat Serasa di Rumah Nenek.'

Kehadiran pekerja lanjut usia yang tetap enerjik di rumah makan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang hangat dan personal kepada siapa saja yang datang. Keduanya dihadirkan dalam bentuk yang lebih matang dan menyatu di setiap detail pengalaman.

Sebelum memantapkan konsep rumah makan ini, Firhan dan timnya melakukan riset dengan mengeksplorasi beragam kuliner lokal di Nusantara dan kemudian dikurasi lalu dihadirkan resepnya ke dalam menu makanan di sini.

Dengan begitu, setiap hidangan disajikan mampu menjaga keaslian citarasa berikut teknik memasak demi menghadirkan rasa yang benar-benar familiar seperti masakan di rumah tapi dengan penyajian yang lebih elegan.

Mengusung “Warisan Rasa, Hangat Serasa di Rumah Nenek”, Uma Oma Heritage menghadirkan ruang yang memadukan kehangatan dengan kenyamanan, menghadirkan pengalaman bersantap yang terasa dekat, namun tetap terkurasi dengan baik di tengah kota.

“Uma Oma Heritage adalah kelanjutan dari apa yang telah kami bangun sebelumnya. Kami ingin membawa rasa yang sudah dekat dengan banyak orang ini ke bentuk yang lebih kuat dan nyata, baik dari sisi kuliner maupun pengalaman yang dirasakan tamu,” ujar Firhan Salam.

Tentang cita-cita membangun bisnis kuliner yang memberi dampak sosial, Firhan berharap melalui pelibatan para lansia yang bekerja di rumah makannya, pihaknya bisa mengangkat para Oma naik kelas bersama. 

"Bukan hanya makanannya yang kami angkat, tetapi juga kesempatan bagi mereka untuk belajar, berkontribusi, dan tetap aktif dalam lingkungan hospitality yang lebih profesional,” kata dia dalam obrolan media di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Pelibatan para lansia di Uma Oma Heritage diharapkan menjadi gerakan sosial yang terus berkembang. Pendekatan ini juga menegaskan komitmen bisnis kulinernya untuk menciptakan dampak nyata di masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk lansia diproyeksikan mencapai sekitar 65 juta jiwa pada tahun 2045.

Dengan melihat besarnya usia masyarakat lansia saat ini, melibatkan mereka bekerja di ruang publik dinilai semakin relevan, sekaligus membuka peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berdaya.

Dengan mengajak mereka bekerja dan berinteraksi para menjadi merasa dihargai dan bersemangat untuk terus berkontribusi dalam lingkungan yang profesional dan suportif.

“Bagi kami, ini bukan sekadar langkah sesaat, tetapi komitmen jangka panjang. Kami percaya, ketika diberikan ruang yang tepat, para Oma memiliki begitu banyak hal untuk dibagikan, dan kehadiran mereka justru memperkaya pengalaman tamu,” ungkap Firhan.

Salah satu lansia bernama Oma Masliah misalnya, di restoran ini bertugas menyambut tamu, mengatur reservasi dan mengarahkan tamu ke meja dengan ramah.

Tanggung jawabnya juga memastikan alur tamu berjalan lancar, mengelola daftar tunggu (waiting list) hingga memberikan daftar menu, serta menjaga kebersihan area depan untuk menciptakan impresi pertama yang profesional.

Tugas ini membuatnya kembali semangat untuk tetap aktif di usia lanjut melalui interaksi dengan banyak orang berbeda setiap harinya. Begitu juga yang dirasakan lansia Oma Juwita.

Sebelum bekerja di restoran ini dia aktif sebagai pekerja sosial. Sekarang dia harus bisa tampil hangat dalam melayani tamu. 

Begitu juga yang dirasakan Oma Lauren, lansia yang di masa mudanya pernah menjadi atlet bulutangkis.

Profesi barunya di rumah makan ini mampu mendatangkan energi dan semangat baru dalam menjalani hari-harinya yang selalu dituntut aktif dan ramah.

Baca juga: Antara Praktis dan Bergizi, Mengapa Generasi Muda Kian Bergantung Kuliner Ready to Eat?

"Kami merasa dihargai, dipercaya, dan bisa kembali berbagi apa yang selama ini kami miliki, baik melalui masakan maupun cerita,” ungkapnya seraya menambahkan, dengan bergabung di industri kuliner ini dia juga didorong untuk terus belajar dan mengembangkan skill. (fin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.