Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap peristiwa prajurit TNI dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon yang gugur saat menjalankan tugasnya tidak terulang lagi.

"Saya mengucapkan belasungkawa, tetapi juga harapan saya peristiwa ini tidak terulang kembali," kata Sultan usai menyambut kedatangan jenazah prajurit TNI di Baseops Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu malam.

Menurut Sultan, dengan kejadian tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon saat menjalankan misi perdamaian tersebut, pemerintah harus segera memastikan kesepakatan-kesepakatan damai yang ada dalam misi bersama PBB tersebut.

"Ya, bagaimana kesepakatan-kesepakatan internasional dalam penugasan dari PBB itu bisa konsisten dilakukan," kata Sultan.

Gubernur DIY juga berharap Pemerintah Indonesia bersama organisasi PBB melakukan identifikasi terkait peristiwa hingga mengakibatkan prajurit TNI gugur saat bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

"Tuntutan kita kan di situ, di PBB, dan semoga itu bisa dilaksanakan dengan baik. Mengidentifikasi betul ini kealpaan atau kesengajaan, saya kira itu," katanya.

Salah satu prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon tersebut berasal dari Kulon Progo, DIY, yakni Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Setelah jenazah pada malam ini diserahkan ke keluarga, akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kulon Progo pada Minggu (5/4).

Sultan mengatakan tidak mengantar jenazah sampai ke Kulon Progo. "Tidak, sudah dilepas, nanti di sana pelepasan untuk diserahkan kepada keluarga," kata Gubernur DIY.