Kementerian Kebudayaan Dorong Seni Kontemporer Indonesia Tampil di Art Central Hong Kong 2026
Wahyu Aji April 04, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kebudayaan mendorong ekspansi seni kontemporer Indonesia ke panggung global melalui partisipasi dalam Art Central Hong Kong 2026 lewat inisiatif “Rising Currents”.

Program ini menjadi bagian dari Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) yang dirancang untuk membuka akses internasional bagi pelaku seni rupa Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap seni global.

Salah satu partisipan, RUCI Art Space, turut ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada 25–29 Maret 2026 tersebut sebagai bagian dari tahap Rekognisi Internasional program MTN Seni Budaya.

"Melalui ‘Rising Currents’, kita tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga memperkuat konektivitas antar galeri sebagai simpul penting dalam ekosistem seni rupa Indonesia," 

kata Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, dalam keterangannya, Sabtu (4/4/226).

Inisiatif ini, dikatakan Ahmad, membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, sekaligus memastikan keberagaman praktik artistic talenta seni rupa Indonesia.

"Baik yang emerging maupun yang sudah mapan, dapat terlibat secara inklusif dalam arena seni rupa global," kata dia.

Dalam Art Central Hong Kong 2026, RUCI Art Space menghadirkan 32 karya dari dua seniman perempuan emerging berbasis di Jakarta, yaitu Cecil Mariani dan Aharimu, yang mencerminkan dinamika seni kontemporer Indonesia saat ini.

Gallery Director dan Co-Founder RUCI Art Space, Rio Pasaribu, mengapresiasi dukungan MTN Seni Budaya dalam membuka akses galeri Indonesia ke platform internasional seperti Art Central Hong Kong. 

"Di saat yang sama, peran sektor swasta seperti FedEx Indonesia menjadi sangat krusial - tanpa dukungan logistik yang andal, sirkulasi karya seni di tingkat global tidak akan berjalan optimal. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana ambisi kultural dan keunggulan operasional dapat berjalan beriringan," kata dia.

Platform “Rising Currents” sendiri menghadirkan delapan galeri Indonesia dan melibatkan 17 seniman, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antara ekosistem seni nasional dengan audiens internasional.

Baca juga: Pameran Seni Kontemporer Art Jakarta Gardens Hadirkan Sensasi Ketenangan di Tengah Kepadatan Jakarta

Selain pameran, program ini juga dilengkapi diskusi bertajuk “Rising Currents: Indonesian Contemporary Art in Motion,” yang membahas posisi dan perkembangan seni kontemporer Indonesia dalam konteks global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.