Misa Malam Paskah di TTU, Pater Robert Sebut Kebangkitan adalah Simbol Kemenangan 
Edi Hayong April 05, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pater Robert Zonpiter S, OFM. Conv menyampaikan pesan-pesan Paskah sarat makna kepada Umat Katolik melalui kotbahnya di Gereja Paroki Santo Antonius Padua Sasi Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT Sabtu, 4 April 2026.

Ia mengatakan, Allah tidak pernah menyerah atas manusia. Hal ini terbukti dalam kerelaan diri PuteraNya di kayu salib.

"Malam ini adalah malam yang sangat suci. Karena malam ini adalah malam ketika semua gereja di seluruh dunia untuk mengenang kembali kisah panjang cinta Allah bagi umat manusia," katanya.

Baca juga: Ekaristi sebagai Tanda Keselamatan Pater Ubaldus Ajak Umat Hayati Makna Paskah

Dalam bacaan yang dibacakan tentang kisah penciptaan, pembebasan, nubuat keselamatan dan puncaknya Yesus Bangkit dari antara orang mati. 

Simbol pembukaan perayaan Malam Paskah dengan suasana gelap. Semua lampu di Gereja dipadamkan. Sedangkan yang nyala hanyalah api unggun dan Lilin Paskah.

"Kita mulai perayaan ini dalam kegelapan bukan hanya dalam kegelapan fisik tetapi juga kegelapan dan kerapuhan manusia yang kita miliki masing-masing," ungkapnya.

Semua umat berangkat dari rumah masing-masing dalam kegelapan karena dosa. Kegelapan itu disebabkan oleh ketakutan, kegagalan, kesombongan, luka dan sikap buruk lainnya.

Baca juga: Misa Malam Paskah di Gereja Katedral Atambua Berlangsung Dalam Suasan Khidmat

Kegelapan itu, malam ini dipecahkan oleh cahaya Lilin Paskah. Melalui nyala Lilin Paskah sebagai simbol kehadiran Kristus, seluruh Gereja diberkati.

Kebangkitan Yesus Kristus tidak sekadar untuk menunjukkan kuasanya namun, untuk mewartakan bahwa Allah tidak pernah menyerah atas umat manusia. Allah tidak pernah mengkhianati.

Kebangkitan Yesus Kristus adalah tanda bahwa kegelapan tidak akan pernah menang atas terang. Sebaliknya, terang akan selalu menjadi harapan dalam keputusasaan dan persoalan.

"Lewat kebangkitan Yesus Kristus ini mampu menunjukkan bahwa Dia tidak pernah menyerah atas hidup umat manusia," ujarnya.

Baca juga: Paskah Jadi Momentum Persatuan, MUI NTT Serukan Penguatan Kerukunan Umat

Kebangkitan Yesus Kristus yang dikenang malam ini adalah kebangkitan yang membuat raga kita pulih. Kebangkitan adalah kekuatan yang bekerja sama tinggi.

Kebangkitan Yesus Kristus membuktikan bahwa pengampunan lebih kuat daripada ludah pengkhianatan. Ketika Umat Katolik meyakini Kristus bangkit dalam hidup setiap orang maka, kasih lebih kuat daripada kebencian.

"Maka kita dipanggil bukan untuk umat yang malas, bukan umat yang hidup dalam nostalgia belaka," pungkasnya. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.