Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG— Dalam refleksi iman pada perayaan Paskah, Pater Dr. Ubaldus Djonda, SVD., M.A., mengajak umat untuk semakin mendalami makna keselamatan yang berpuncak dalam misteri Ekaristi sebagai tanda kasih Allah yang sempurna bagi manusia.
Ajakan ini disampaikan Pater Ubaldus Djonda melalui khotbahnya dalam Misa Kamis Putih di Gereja Santa Familia Sikumana, Kota Kupang, Kamis (2/4/2026) lalu.
Pantauan POS-KUPANG.COM, suasana di Gereja Sta Familia Sikumana sangat ramai dengan para umat yang hendak mengikuti Misa Kamis Putih. Para umat terlihat kompak mengenakan pakaian putih.
Selain mengisi area dalam Gereja, tampak umat juga memenuhi Aula dan tenda yang ada di luar Gereja.
Baca juga: Kamis Putih di Katedral Kupang, Umat Diteguhkan Jadi Pelayan
Pater Ubaldus menjelaskan bahwa akar perayaan Paskah sudah tampak sejak kisah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Ketika Tuhan memerintahkan Musa dan Harun untuk mengadakan perjamuan Paskah.
Salah satu unsur penting dalam perjamuan tersebut adalah darah anak domba yang diteteskan pada tiang pintu rumah sebagai tanda keselamatan.
“Darah itu menjadi tanda bahwa Tuhan akan melewati rumah umat-Nya dan melindungi mereka dari hukuman. Peristiwa ini menjadi dasar iman bahwa Allah menyelamatkan umat-Nya melalui tanda yang nyata,” ungkapnya.
Baca juga: RD Toni Kobes Sebut Salib Bukanlah Akhir Melainkan Jalan Menuju Kebangkitan
Menurut Pater Ubaldus, bagi umat Kristiani, makna darah anak domba itu mencapai kepenuhannya dalam diri Yesus Kristus.
Ia menegaskan bahwa pengorbanan Yesus di kayu salib menjadi tanda keselamatan yang sempurna, yang membebaskan manusia dari dosa.
Mengutip ajaran Yesus dalam Perjamuan Terakhir, Patet Ubaldus mengatakan, “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dikukuhkan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Aku.”
Pernyataan ini, lanjutnya, menjadi dasar iman Gereja akan Ekaristi.
Pater Ubaldus juga menegaskan bahwa dalam ajaran Gereja Katolik, khususnya dalam dokumen Konsili Vatikan ll, Ekaristi dipahami sebagai pusat, sumber, dan puncak kehidupan umat beriman.
Baca juga: Perayaan Ekaristi Minggu Palma, Romo Djanuarius: Hati-hati Soal Ucapan karena Lidah Tak Bertulang
“Ekaristi adalah tanda keselamatan sekaligus tanda kasih Allah yang nyata bagi manusia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pater Ubaldus mengajak umat untuk meneladani kasih Yesus yang diwujudkan dalam tindakan konkret, seperti membasuh kaki para murid.
Tindakan ini, menurutnya, bukan sekadar simbol, tetapi panggilan nyata untuk hidup dalam kerendahan hati dan pelayanan.
“Yesus memberi teladan bahwa kasih harus diwujudkan dalam tindakan. Membasuh kaki adalah simbol pelayanan tulus, yang mengajarkan kita untuk saling mengasihi tanpa memandang diri lebih tinggi dari sesama,” jelasnya.
Pater Ubaldus mengajak umat untuk bersyukur atas anugerah Ekaristi.
Ia menegaskan bahwa dalam setiap perayaan Ekaristi, Kristus sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrasi.
“Kita patut bersyukur karena Tuhan menunjukkan cinta-Nya yang besar melalui Ekaristi. Di sanalah kita mengalami kehadiran nyata Kristus sebagai sumber keselamatan dan kekuatan hidup kita,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Misa Kamis putih di Gereja Sta Familia Sikumana, Kota Kupang berlangsung dua kali. Misa pertama dimulai pukul 17.00 WITA dan Misa kedua dimulai pukul 20.00 WITA. (mey)