Bukan Meteor, Benda Langit Misterius yang Melintasi Lampung Diduga Sisa Roket China
Noval Andriansyah April 05, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Fenomena kemunculan benda langit misterius yang melintas di wilayah udara Lampung, diduga bukan meteor atau komet yang memasuki atmosfer Bumi.

Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, warga di sejumlah wilayah di Lampung, terutama di wilayah Lampung Timur, Kota Metro, hingga Lampung Selatan, digegerkan atas melintasnya benda langit misterius, yang nampak bercahaya.

Bahkan kemunculan benda langit misterius itu sampai viral di media sosial. Banyak warga yang mengira benda itu merupakan rudal asal Iran yang nyasar.

Menanggapi fenomena tersebut, Laboran Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Adhitya Oktaviandra menyebut, jika benda yang terlihat bersinar itu bukanlah meteor atau komet.

Adit menduga, benda misterius tersebut merupakan sampah antariksa yang berasal dari sisa roket asal China, yang masuk kembali ke orbit Bumi.

Baca juga: Dikira Rudal Nyasar, Warga Lampung Geger Benda Langit Misterius Melintas

Mahasiswa Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Irsyad Al Akbar mengamini dugaan Adit tersebut.

Irsyad menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatannya, fenomena tersebut lebih mengarah pada sampah antariksa (space debris) yang masuk kembali ke atmosfer Bumi.

"Memang sempat beredar informasi mengenai komet C/2026 A1 (MAPS) yang berada pada posisi relatif dekat dengan Bumi pada 4 April."

"Tetapi (kalau) ukuran komet, tidak sebesar seperti yang divisualisasikan dalam video yang beredar di media sosial," ujar Irsyad, Sabtu malam.

Irsyad menambahkan, awalnya sempat muncul hipotesis bahwa benda bercahaya tersebut berkaitan dengan peluncuran misi Artemis 2.

Namun, setelah ditelaah lebih lanjut, kemungkinan tersebut dinilai kecil.

Sebaliknya, Irsyad menyebut, ada beberapa peluncuran roket dalam beberapa hari terakhir yang lebih relevan untuk dikaitkan dengan fenomena ini. 

Di antaranya peluncuran roket Falcon 9 dan Atlas oleh Amerika Serikat yang berpotensi menghasilkan puing antariksa yang kemudian masuk ke atmosfer.

"Selain itu, ada juga data yang kami peroleh dari pihak laboran Observatorium Astronomi ITERA yang menunjukkan adanya objek sisa roket asal China yang kembali memasuki orbit Bumi," jelasnya.

Data tersebut diperkuat oleh informasi pelacakan objek antariksa yang dapat diakses secara publik melalui situs pemantauan orbit satelit dan debris.

Dari berbagai sumber dan analisis yang telah dihimpun, Irsyad menyimpulkan, fenomena cahaya tersebut sangat kecil kemungkinannya merupakan meteor atau komet.

"Untuk sementara, data yang ada mengarah kuat bahwa benda itu adalah sampah antariksa. Bahkan, ada indikasi spesifik bahwa objek tersebut merupakan bagian dari badan roket CZ-3B R/B milik China," tambahnya.

Fenomena masuknya sampah antariksa ke atmosfer sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi.

Ketika memasuki lapisan atmosfer, gesekan dengan udara menyebabkan objek terbakar dan menimbulkan cahaya terang yang sering disalahartikan sebagai meteor oleh masyarakat.

Irsyad pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi visual yang belum terverifikasi di media sosial, serta menunggu penjelasan resmi dari lembaga terkait.

"Fenomena ini memang menarik, tapi penting untuk tetap mengandalkan data ilmiah agar tidak terjadi kesalahpahaman," tutupnya.

Durasi Tak Biasa

Fenomena munculnya benda langit misterius di wilayah udara Lampung, dinilai tak biasa, terutama dari sisi durasi kemuculannya.

Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, warga di sejumlah wilayah di Lampung, digegerkan atas melintasnya benda langit misterius, yang nampak bercahaya.

Sejumlah warga bahkan mengira jika benda langit misterius itu adalah rudal nyasar.

"Rudal itu dari Iran apa ya?" suara perekam video yang beredar. 

Humas Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Riri Fitriandi bersama timnya, yang tengah berada di lapangan, juga mengaku, melihat penampakan benda langit tersebut.

Ia menyebut, benda bercahaya itu melintas di langit dalam durasi yang tidak biasa.

“Saya juga melihat langsung karena sedang di lapangan. Dari Lampung Timur memang sangat jelas,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Sabtu malam. 

Menurutnya, durasi kemunculan benda tersebut berlangsung cukup lama, yakni hampir satu menit. 

Hal ini dinilai berbeda dengan karakteristik meteor yang umumnya hanya terlihat dalam hitungan detik.

“Karena saya di hutan jadi hampir satu menit terlihat,” katanya.

Meski sempat menarik perhatian, saksi memastikan tidak terjadi kepanikan di lokasi.

Warga dan petugas yang melihat fenomena tersebut justru mengamati dengan tenang.

“Enggak sih, tidak ada kepanikan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan dugaan awal bahwa benda langit tersebut bukan meteor, melainkan kemungkinan serpihan benda buatan manusia yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

“Seperti pecahan satelit kayaknya, karena jumlahnya banyak,” jelasnya.

Dengar Suara Dentuman Keras

Suara dentuman keras mendahului penampakan benda langit misterius yang melintas di langit di sejumlah wilayah Lampung.

Fenomena tersebut terlihat jelas di langit wilayah Lampung Timur, Kota Metro, hingga Lampung Selatan, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kepanikan pun melanda sejumlah warga yang melihat benda langit misterius tersebut. Bahkan, ada warga yang mengira jika benda langit itu rudal yang nyasar.

Berdasarkan rekaman video dan foto yang beredar di masyarakat, fenomena ini diduga menunjukkan karakteristik kuat dari proses re-entry (masuk kembali) satu objek ke atmosfer Bumi.

Objek ini terlihat pecah menjadi beberapa bagian (fragmentasi) yang bergerak sejajar.

Benda langit itu memancarkan ekor berwarna oranye kemerahan yang menghasilkan pijar api yang panjang. Lalu, objek tampak bergerak lurus dan seketika menghilang.

Wanda, warga Desa Negeri Tua, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, menceritakan detik-detik saat dirinya menyaksikan benda tersebut melintas tepat di atas rumah.

"Awalnya kaget karena ada suara dentuman. Setelah saya keluar rumah, saya makin kaget melihat ada benda langit itu."

"Dalam situasi sekarang ini, kami sempat takut itu rudal salah sasaran, tapi semoga bukan," ujar Wanda kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu malam.

Menurut Wanda, puluhan tetangganya pun berhamburan keluar rumah untuk mengabadikan momen langka tersebut. 

Kepanikan juga sempat melanda warga Hindu di wilayah setempat yang tengah melaksanakan ibadah di pura saat cahaya pijar itu melintas di atas mereka.

Kausar, warga Sukadana, juga melaporkan hal serupa. 

Saat sedang dalam perjalanan menuju pasar bersama putrinya, ia melihat sinar api panjang melintasi jembatan dari arah Desa Muara Jaya menuju Sukadana Jaya.

"Kalau kembang api tidak mungkin setinggi itu. Saya lihat di media sosial, wilayah lain juga nampak," tambah Wanda.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.