Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ketua Majelis Jemaat GMIT Polycarpus Atambua, Pdt. Mery Khatsia T. Lie-Nitbani, S.Th, mengajak Umat Kristiani untuk menjadikan Paskah s2026 ebagai momentum memperkuat doa bagi Perdamaian Dunia di tengah konflik global.
Ajakan itu disampaikan Khatsia T. Lie-Nitbani, S.Th saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, di sela-sela kegiatan Pawai Obor Paskah yang digelar Jemaat GMIT Polycarpus Atambua, Minggu (5/4/2026) dini hari.
Pdt. Mery menegaskan kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja akibat konflik yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, gereja secara konsisten membawa pergumulan tersebut dalam doa-doa syafaat di setiap rangkaian ibadah sebagai bentuk kepedulian iman terhadap situasi global.
Baca juga: Pimpin Misa Malam Paskah, Pater Ferdinandus Ganti Ajak Umat Katolik Bebaskan diri Dari Kebencian
“Kami mengajak seluruh jemaat untuk terus mendukung situasi dunia melalui doa, memohon campur tangan Tuhan agar konflik yang terjadi dapat diselesaikan dan damai dapat terwujud,” ujarnya.
Ia menambahkan, umat juga perlu bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu perpecahan, baik dari sisi sosial, politik, maupun agama.
Lebih lanjut, Pdt. Mery mengingatkan bahwa dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung, tetapi juga dapat berimbas pada kehidupan masyarakat secara luas, termasuk di sektor ekonomi.
Baca juga: Ekaristi sebagai Tanda Keselamatan Pater Ubaldus Ajak Umat Hayati Makna Paskah
Melalui momentum Paskah ini, katanya, makna kebangkitan dan pembaharuan, umat diharapkan mampu menjadi pembawa damai, menjaga persatuan, serta terus menumbuhkan harapan akan dunia yang lebih aman dan harmonis. (gus)