TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Perayaan Paskah di GTM Jemaat Bukit Zaitun, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, tak hanya menjadi momen kebangkitan Yesus Kristus bagi umat Kristiani.
Lebih dari itu, Paskah juga dimaknai sebagai ajang mempererat persatuan antarumat beragama di Bumi Lalla' Tassisara'.
Baca juga: 46 Polisi Diterjunkan Amankan Paskah di Mamnuju Tengah
Baca juga: Kisah Ani Difabel Tangguh Tumbuh Bersama PNM, Keterbatasan Bukan Halangan Tapi Kekuatan
Hal ini disampaikan, Pdt. Abner saat ditemui di GTM Jemaat Bukit Zaitun Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Minggu (5/4/2026).
Abner menyampaikan, Paskah memperingati kebangkitan Yesus Kristus, sementara Jumat Agung yang digelar dua hari sebelumnya, Jumat (3/4/2026), memperingati kematian-Nya.
"Lalu bangkit pada hari ketiga, tepatnya Minggu Paskah," ungkap Abner.
Menurutnya, makna Paskah memberi semangat dan mempertebal keyakinan sehingga menambah iman umat Kristiani semakin tinggi dan teguh.
Dalam implementasi kehidupan berjemaat, Pdt. Abner meminta makna Paskah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Utamanya meningkatkan pelayanan sebagai keluarga gereja.
"Jangan pernah meragukan iman kepada Kristus yang telah terbukti mengalahkan kuasa maut melalui kebangkitan," tegasnya.
Lebih lanjut, Pdt. Abner menyampaikan bahwa implementasi kebangkitan Kristus membuat umat Kristiani semakin bisa mempererat persatuan dengan saudara-saudara di luar umat Kristiani di Mamuju Tengah.
"Walaupun kita berbeda latar belakang dan keyakinan, tetapi kita tetap satu di Bumi Lalla' Tassisara' Mamuju Tengah," ucapnya.
Diketahui, perayaan Paskah di GTM Jemaat Bukit Zaitun Benteng berlangsung khidmat dengan pengamanan 46 personel Polres Mamuju Tengah yang disebar di berbagai gereja.
Khusus di GTM Jemaat Bukit Zaitun Benteng, tiga personel diterjunkan untuk mengamankan jalannya ibadah.
Sebanyak 46 personel Polres Mamuju Tengah diterjunkan mengamankan perayaan Paskah di gereja-gereja yang berada di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (5/4/2026).
Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang dan damai.
Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Iptu Saldi M, mengungkapkan, jumlah personel ditempatkan disesuaikan dengan skala dan lokasi masing-masing gereja.
Untuk gereja dengan jemaat yang lebih besar, pengamanan dilakukan lebih ekstra.
"Khusus di GTM Jemaat Bukit Zaitun Benteng, kami tempatkan tiga orang personel," ujar Saldi kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (5/4/2026).
Pantauan di lokasi, ratusan jemaat yang hadir di GTM Jemaat Bukit Zaitun tampak mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan dan khusyuk.
Iptu Saldi menegaskan, pengamanan ini merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah.
"Kami pastikan ibadah berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Sehingga umat Kristiani bisa beribadah dengan tenang dan damai," tegasnya.
Pengamanan ibadah Paskah ini juga menjadi bagian dari rangkaian ibadah Jumat Agung yang digelar dua hari lalu, yakni pada Jumat (3/4/2026). (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah