Netizen Heboh Rating Game IRGS yang Dinilai Ngawur, Label Game Dewasa Tak Sesuai, Komdigi Bereaksi
Naufal Fauzy April 05, 2026 08:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - IRGS atau Indonesian Game Rating System baru-baru ini heboh disorot warganet di media sosial.

Ini terjadi karena temuan adanya rating untuk sejumlah game di platform Steam yang dinilai ngawur.

Hal ini heboh jadi perbincangan di media sosial X setelah sejumlah akun memposting temuan kejanggalan IRGS untuk sejumlah game.

Seperti diketahui, IRGS merupakan sistem rating game yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementriann Komunikasi dan Digital RI (Komdigi).

IRGS ini berfungsi untuk mengklasifikasikan game yang beredar di Indonesia.

IRGS ini pertama kali diluncurkan oleh pemerintah pada 11 Oktober 2025 lalu.

Namun baru-baru ini IRGS malah heboh di media sosial.

Dilihat dari sejumlah postingan di media sosiial X, salah satunya ada yang menunjukan tangkapan layar game diberi rating 3+ atau anak usia tiga tahun ke atas.

Kemudian beberapa game ada yang diblokir di Indonesia.

"Sistem Rating Game Indonesia memberi label game dengan konten seksual dewasa sebagai game yang cocok untuk usia 3 tahun ke atas," tulis salah satu akun X, Minggu (5/4/2026).

"Sementara game pemenang penghargaan seperti Claire Obscure dan Metal Gear Solid Delta diberi label tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia," sambungnya.

Sejumlah akun lain ada juga yang mempostinng tangkapan layar yang menemukan game kontenn dewasa lain yang dinilai diberi label IRGS tak sesuai.

Ada pula yang meluapkan kekesalan ke Komdigi karena game favoritnya telah diblokir.

Reaksi Komdigi

Menanggapi hal ini, Komdigi langsung memberikan reaksi di situs resmi IRGS.id.

Komdigi menyampaikan, berdasarkan pemantauan awal, peringkat IGRS yang saat ini ditampilkan pada berbagai game di Steam belum sepenuhnya mencerminkan peringkat resmi yang diverifikasi oleh IGRS.

"Situasi ini muncul karena beberapa informasi peringkat masih bersumber dari mekanisme deklarasi mandiri internal platform, sementara proses verifikasi resmi oleh IGRS belum sepenuhnya selesai," tulis Komdigi, Minggu (5/4/2026).

Saat ini, kata Komdigi, platform Steam sedang dalam tahap penyesuaian sistem internalnya untuk mengakomodasi logika klasifikasi IGRS, termasuk proses integrasi teknis untuk pelaporan layanan.

Bersamaan dengan itu, IGRS dan Steam sedang membahas perjanjian kerja sama formal sebagai dasar untuk menerapkan peringkat yang lebih akurat dan sesuai dengan peraturan Indonesia. 

Kementerian menegaskan bahwa informasi klasifikasi usia harus ditampilkan secara akurat, jelas, dan akuntabel, karena hal ini berkaitan langsung dengan perlindungan konsumen dan kepastian informasi bagi publik, khususnya orang tua dan pengguna muda.

"Oleh karena itu, Kementerian akan meminta klarifikasi resmi dari Steam dan melakukan diskusi lebih lanjut mengenai dasar hukum implementasi peringkat, mekanisme pemantauan, prosedur penyesuaian jika terjadi perbedaan, dan protokol pelaporan untuk layanan IGRS di platform tersebut," tulisnya.

Lanjut Komdigi, perlu ditekankan bahwa langkah-langkah ini dimaksudkan untuk memastikan keakuratan informasi peringkat dan kepatuhan layanan digital terhadap peraturan Indonesia yang berlaku, bukan untuk mengganggu kenyamanan pengguna dalam mengakses layanan. 

Kementerian mengharapkan kerja sama penuh dari semua pihak agar sistem klasifikasi game di Indonesia dapat beroperasi dengan lebih tertib dan transparan, serta memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.