Detik-detik Dadang Tewas Dikeroyok saat Pernikahan Anaknya, Gegara Tolak Beri Jatah Pelaku
Khistian Tauqid April 05, 2026 12:24 PM

TRIBUNBATAM.id - Tragedi berdarah terjadi di pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2026).

Tuan rumah hajatan, Dadang (58), yang seharusnya bahagia malah meregang nyawa.

Dadang diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok pria yang merupakan tamu.

Insiden maut tersebut ternyata terjadi Ketika acara pernikahan anak korban berlangsung.

Kejadian bermula saat sekelompok pria datang dan meminta sejumlah uang kepada tuan rumah. 

Menurut informasi yang dihimpun TribunJabar.id, uang tersebut sebagai "jatah" yang kerap diminta dalam acara tertentu, termasuk untuk membeli minuman keras.

Kendati demikian, Dadang menolak permintaan tersebut hingga menyulut emosi pelaku.

Para pelaku akhirnya melakukan keributan di acara pernikahan anak korban.

Keributan tersebut memicu kepanikan di tengah tamu undangan.

Kondisi tempat yang awalnya penuh kebahagiaan berubah mencekam.

Baca juga: Bikin Video di Pinggir Sungai Tuntang, Konten Kreator Asal Demak Tewas Terseret Arus

Parahnya, para pelaku menargetkan korban yang sedang sibuk mengurus jalannya pernikahan sang anak.

Dadang dianiaya secara brutal menggunakan benda keras hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian. 

Jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pun pecah, sementara sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan seadanya.

Dalam beberapa rekaman video yang beredar, terlihat suasana kacau dengan warga berlarian.

Korban tampak tergeletak tak berdaya di tengah kerumunan. 

Istri korban, Juju, bahkan tak kuasa menahan duka hingga pingsan di lokasi.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut kejadian berawal dari keributan yang berujung pada aksi kekerasan.

"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Enjang saat ditemui Tribun Jabardi Mapolsek Purwakarta, Sabtu (4/3/2026) malam.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ia mengatakan, polisi menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala. 

Ia menyebutkan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Hingga Sabtu malam sekitar pukul 20.35 WIB, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk penanganan lebih lanjut, termasuk proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian.

Ia mengatakan, polisi bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah terduga pelaku. 

Saat ini, kata Enjang, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Satreskrim Polres Purwakarta untuk mengungkap secara jelas kronologi dan motif kejadian.

"Pelaku sudah diamankan, dan kami masih melakukan pendalaman," kata Enjang.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.