Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Tanah Gayo masih terasa hingga kini, terutama pada sektor transportasi dan biaya produksi komoditas kopi.
Sejumlah ongkos angkutan dan harga bahan pendukung usaha kopi dilaporkan mengalami kenaikan signifikan akibat kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang belum sepenuhnya pulih.
Hal tersebut disampaikan Aryadi, pengusaha angkutan Taradita sekaligus owner Ortega Coffee, kepada TribunGayo di Takengon, Minggu (5/4/2026).
Menurut Aryadi, tarif angkutan Taradita rute Takengon–Banda Aceh yang sebelumnya Rp 180 ribu kini naik menjadi Rp 200 ribu.
Sementara tarif rute Takengon–Medan juga meningkat dari kisaran sebelumnya menjadi Rp 300 ribu hingga Rp 330 ribu per penumpang.
Selain kenaikan tarif, waktu tempuh perjalanan juga mengalami perubahan akibat kerusakan jalan di sejumlah titik.
“Perjalanan ke Bireuen yang biasanya sekitar dua jam sekarang bisa mencapai tiga jam. Bahkan kalau kondisi macet bisa sampai empat jam,” kata Aryadi.
Ia menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur pascabencana masih bersifat darurat, sehingga berdampak langsung pada biaya operasional transportasi.
Tidak hanya sektor transportasi, kenaikan juga terjadi pada harga bahan pendukung industri kopi.
Plastik kemasan ukuran 2 kilogram yang sebelumnya Rp 37 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
Sementara kemasan kopi ukuran 250 gram yang sebelumnya Rp 270 ribu kini meningkat menjadi Rp 310 ribu.
Kenaikan biaya produksi tersebut turut mempengaruhi harga jual kopi di tingkat pelaku usaha.
“Harga jual kopi juga ikut naik rata-rata sekitar Rp5 ribu dari harga biasa,” ujarnya.
Aryadi menilai kondisi ini merupakan dampak langsung dari terganggunya jalur distribusi logistik pascabencana hidrometeorologi yang merusak sejumlah ruas jalan dan jembatan penghubung antarwilayah di dataran tinggi Gayo.
“Semuanya serba naik. Ini akibat belum lancarnya sarana transportasi.
Jalan masih darurat, jembatan juga darurat. Semuanya membawa dampak ekonomi yang sangat signifikan,” tambahnya.
Ia berharap percepatan pemulihan infrastruktur transportasi dapat segera dilakukan agar aktivitas distribusi kembali normal dan beban biaya masyarakat serta pelaku usaha dapat berangsur menurun. (*)
Baca juga: Hujan Es Melanda Atu Lintang Aceh Tengah, Atap Rumah Warga Jebol Dihantam Butiran Es
Baca juga: Prediksi Cuaca Aceh Tengah Besok 5 April 2026, Mayoritas Alami Hujan Ringan
Baca juga: Baitul Mal Aceh Tengah Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Mengaya