TRIBUNBANTEN.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) untuk mendukung pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2026.
Rekrutmen ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan, dengan prioritas bagi pelamar yang memiliki pengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan irigasi.
Kebutuhan TPM dinilai semakin krusial seiring perluasan cakupan program P3TGAI pada tahun 2026 yang menyasar ribuan lokasi di seluruh Indonesia.
Baca juga: Daftar 21 Wilayah di Tangsel Terdampak Banjir per Hari Ini, Minggu 5 April 2026
Dalam pelaksanaannya, TPM akan mendampingi kelompok petani, seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), hingga Induk P3A (IP3A).
Pendampingan dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan konstruksi sederhana, hingga pengelolaan administrasi kegiatan.
Selain itu, TPM juga bertugas menjaga kualitas pekerjaan di lapangan, membantu penyusunan laporan, serta memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat agar pengelolaan irigasi berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Cara Daftar dan Jadwal Seleksi
Salah satu unit pelaksana teknis Kementerian PU, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, telah membuka pendaftaran TPM secara daring sejak 2 April hingga 5 April 2026.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi P3TGAI atau melalui tautan yang telah disediakan dengan melengkapi dokumen administratif sesuai persyaratan.
KLIK DI SINI
Proses seleksi akan dilakukan dalam beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.
Pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada 17 April 2026.
Program Sasar 12.000 Lokasi
Pada tahun anggaran 2026, Kementerian PU menjalankan program P3TGAI di sekitar 12.000 lokasi di seluruh Indonesia.
Program berbasis padat karya ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa program P3TGAI memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Program ini merupakan instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata. Selain itu, padat karya juga mampu membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya.
Selain berdampak pada perekonomian, program ini juga dirancang untuk memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan infrastruktur melalui pola swakelola.
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, dana pembangunan dapat berputar di tingkat desa sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.
Melalui program ini, Kementerian PU tidak hanya membangun jaringan irigasi yang andal, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat serta memperkuat peran petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.