Tribunlampung.co.id, Purwakarta - Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saeful Uyun memberikan pernyataan terbaru mengenai perkembangan penyelidikan kasus penganiayaan yang menewaskan Dadang (58), warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.
Uyun menegaskan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasi pelaku dan kini tengah melakukan pengejaran dengan intensif.
"Proses penyelidikan masih terus berjalan. Kami sudah mengidentifikasi pelaku dan saat ini dalam tahap pengejaran," ujar Uyun saat dihubungi Tribunjabar.id, Minggu (5/4/2026).
Kasus tragis ini terjadi pada saat korban, Dadang, sedang menggelar acara hajatan pernikahan di rumahnya.
Kelompok pria yang diduga preman mendatangi lokasi acara dan meminta sejumlah uang dari korban.
Korban memberikan uang sebesar Rp100 ribu, namun permintaan kedua sebesar Rp500 ribu ditolak, yang memicu keributan.
Akibatnya, Dadang dipukul menggunakan bambu hingga mengenai bagian kepala, menyebabkan luka serius yang mengarah pada kematian.
Uyun menambahkan bahwa, untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh, pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah investigasi.
"Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), visum terhadap jasad korban, serta autopsi untuk memastikan penyebab kematian yang sebenarnya. Pemeriksaan terhadap keluarga korban dan saksi-saksi di lokasi kejadian juga sudah kami lakukan," jelasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian, mengingat korban meninggal dunia akibat penganiayaan yang terjadi di tengah acara yang semestinya menjadi momen bahagia.
Pihak keluarga yang sangat terpukul langsung melaporkan kejadian ini ke kepolisian, yang segera menindaklanjuti dengan langkah-langkah penyelidikan.
"Kami bekerja keras agar pelaku bisa segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kami berharap masyarakat dapat memberikan informasi lebih lanjut jika ada yang mengetahui keberadaan pelaku," harap AKP Uyun.
Kasus penganiayaan ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat, serta betapa seriusnya ancaman kekerasan yang bisa terjadi di luar dugaan.
sumber: Tribun Jabar