Maluku Alami Defisit Neraca Perdagangan 73,05 Juta US Dolar Januari-Februari 2026
Mesya Marasabessy April 05, 2026 03:43 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat dalam tahun berjalan Januari sampai dengan Februari 2026, Maluku mengalami defisit sebesar US$ 73,05 juta. 

Setiap bulan di sepanjang tahun 2025, Maluku selalu mengalami defisit, dan yang terdalam terjadi di bulan Desember 2025 yang mencapai US$ 37,28 juta.

Menurutnya, hal ini dikarenakan masih tingginya impor barang dari luar negeri. 

Impor barang tersebut didominasi dari sektor migas. 

Di sisi lain, ekspor Maluku pada sektor migas belum mampu mengimbangi besarnya impor migas dari luar negeri. 

Tercatat tidak adanya ekspor migas Maluku selama Januari - Februari 2025 sedangkan total nilai impor migas dari luar negeri pada periode yang sama mencapai US$ 53,28 Juta.

Baca juga: Harmoni Laut Ambon, Aksi Konservasi Bawah Laut Pertamina Patra Niaga

Baca juga: Impor Maluku Awal 2026 83,73 Juta US Dolar, Peningkatan Didorong Ekspor Non Migas

Neraca perdagangan Maluku Januari–Februari 2026 juga mengalami defisit sebesar US$ 73,05 juta yang dipicu oleh defisit pada sektor nonmigas US$ 26,34 juta dan sektor migas defisit US$ 46,71 juta. 

Pada Februari 2026 neraca nilai perdagangan mengalami defisit US$ 16,31 juta. 

Defisit terbentuk dari sektor migas mengalami defisit US$ 21,77 juta dan sektor nonmigas mengalami surplus US$ 5,46 juta.

Neraca volume perdagangan Maluku Januari–Februari 2026 mengalami defisit 75,83 ribu ton yang dipicu oleh surplus pada sektor nonmigas 1,07 ribu ton dan sektor migas defisit 76,91 ribu ton. 

Pada Februari 2026 mengalami defisit 34,03 ribu ton. Defisit berasal dari transaksi perdagangan sektor migas defisit 35,18 ribu ton dan sektor nonmigas surplus 1,15 ribu ton.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.