TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Pemerintah Kabupaten Kampar belum menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir luapan Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan Kampar Kiri.
Banjir bandang itu terjadi pada Rabu hingga Kamis, 1-2 April 2026.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, dampak banjir tersebar di 16 desa. Terbagi 14 desa di Kampar Kiri Hulu dan empat desa di Kampar Kiri.
Total masyarakat terdampak sebanyak 1.846 Kepala Keluarga (KK). Sebanyak 490 KK di Kampar Kiri Hulu dan 1.355 KK di Kampar Kiri.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kampar, Agustar mengaku pihaknya telah menerima laporan dari pemerintah desa. BPBD juga telah melakukan kaji cepat pascabanjir.
Baca juga: Rincian Data Banjir Luapan Sungai Subayang Kampar: 16 Desa di 2 Kecamatan dan 1.846 KK Terdampak
Ia mengatakan, ketersediaan bantuan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan jumlah KK terdampak. Jumlah bantuan itu dalam satuan paket.
"Yang tersedia sekarang hanya 500 sampai 600 paket. Sementara yang terdampak 1.800-an KK, hampir 2000," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (5/4/2026).
Ia mengaku Dinsos telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk menutupi kekurangan. Provinsi menyatakan siap mengirim bantuan.
Menurut hasil koordinasi itu, kata dia, provinsi dapat mengirimkan bantuan jika adanya penetapan status tanggap darurat.
"Provinsi mengarahkan agar ada penetapan status. Status tanggap darurat," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu arahan bupati. Penanganan pascabencana akan dibahas dalam rapat koordinasi yang dijadwalkan pada Senin (6/4/2026).
Selain bantuan, kata dia, rapat juga akan membahas inventarisasi aspek-aspek terdampak lainnya. Misalnya infrastruktur, dan lingkungan.
( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)