6 Orang Tewas Terseret Ombak Pantai Kebumen Dalam 2 Pekan, 1 Orang Masih Hilang. Begini Kata Pemkab
rika irawati April 05, 2026 06:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Lima kecelakaan air terjadi di sejumlah pantai wilayah Kebumen, Jawa Tengah, dalam dua pekan terakhir.

Kejadian ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun, enam orang meninggal dunia seusai terseret ombak pantai masing-masing di Pantai Pecaron, Pantai Watu Bale, Pantai Setrojenar, Pantai Gajah, dan Pantai Karangbolong.

Tim SAR gabungan kini masih berupaya mencari satu orang anak yang belum diketahui keberadaannya seusai terseret ombak di Pantai Setrojenar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen Frans Haidar menyampaikan, larangan mandi di laut sebenarnya sudah disosialisakan.

Baca juga: Dua Remaja Kebumen Ditemukan Tewas, Hilang di Pantai Gajah Sejak Jumat

Pihaknya telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada pengelola objek wisata dan rapat koordinasi persiapan momen libur lebaran.

Selain itu, dibuat pula papan peringatan dan larangan berenang atau mandi di laut yang dipasang di sejumlah pantai pesisir Kebumen.

Termasuk, memberi tanda bendera merah di lokasi berbahaya. 

Di samping itu, pengelola juga menyiapkan tim pengamanan dan perlengkapan yang diperlukan.

"Walaupun demikian, masih banyak masyarakat yang tidak patuh."

"Jika sudah terseret ombak laut selatan yang di kenal ganas, Tim SAR dan BPBD Kebumen juga kesulitan untuk mengamankan," katanya lewat pesan singkat Minggu (5/4/2026).

Pengelola Harus Lebih Siap

Terpisah, anggota Basarnas Cilacap Arif Wibowo Kurniawan mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke pesisir pantai wilayah Kebumen diimbau hati-hati dan waspada.

Selain itu, orangtua juga diminta memberikan pengawasan lebih kepada anak-anaknya meskipun sudah ada peringatan larangan mandi di laut.

Baca juga: Warga Kuwarasan Kebumen yang Hilang di Sungai Ditemukan Meninggal

Menurutnya, larangan mandi di laut harus ditekankan kembali oleh pengelola kepada para pengunjung.

Di samping itu, pengelola harus lebih siap lagi terkait perlengkapannya terutama alat keselamatan seperti life jacket atau jaket pelampung, dan sebagainya.

"Pengelola juga sebaiknya ada semacam personel yang memang standby di pinggir pantai atau sekitarnya yang memang khusus memantau para wisatawan."

"Jadi, kalau memang ada sesuatu, lebih cepat pegerakannya," terangnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.