Makan Bergizi Gratis Disebut Bisa Dorong Peningkatan Kualitas SDM dan Ekonomi Lokal
Januar April 05, 2026 06:14 PM

 


TRIBUNJATIM.COM, GRESIK -
Program Makan BergiziGratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kegiatan sosialisasi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Gresik inimenghadirkan Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), danpara pemangku kepentingan lainnya.

Program MBG merupakan upaya pemerintah untukmemastikan pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

Baca juga: SPPG Palasa Tegaskan Tak Ada Lagi Menu Kering dalam MBG, Pemberian Sesuai Hari Efektif Sekolah


Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menekan angkastunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Dalam paparannya, Ahmad Labib menegaskan bahwa MBG memiliki dimensi penting dalam pembangunankesehatan masyarakat sejak dini. Asupan gizi sejak dini penting dilakukan untuk mendorong pertumbuhan optimal pada setiap anak.

“Program MBG ini memiliki dimensi kesehatan yang sangat kuat. Presiden ingin agar manusia Indonesia sejak dalam kandungan sudah mendapatkan asupan gizi yang cukup. 

Kemudian setelah lahir hingga masa pertumbuhan dan remaja, negara hadir memastikan kebutuhan gizinya terpenuhi. Ini penting karena angka stunting dan kurang gizi di Indonesia masih cukupbesar,” ujar Ahmad Labib saat melakukan pemaparan sosialisasi program MBG di Universitas Muhammadiyah Gresik pada Jumat, (3/4) siang.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti besarnya potensiekonomi yang dihasilkan dari program ini. “Program ini menyedot anggaran negara yang cukup besar, sehingga harus memberikan efek kesejahteraan. MBG harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. Satu SPPG bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Jika dikalikan dengan puluhan ribu unit, maka ini menjadipeluang besar dalam penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Namun demikian, Ahmad Labib juga mengingatkan pentingnya pengawasan dalam implementasi program agar berjalan optimal. Ia menilai bahwa potensipenyimpangan harus diantisipasi dengan sistem dan regulasi yang kuat.

“Dalam pelaksanaan tentu ada tantangan, termasukpotensi penyimpangan. Karena itu, pengawasan dan tata kelola yang baik menjadi kunci agar program inibenar-benar memberikan manfaat maksimal bagimasyarakat,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap program MBG semakinmeningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mendukung keberhasilan program menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.