TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Anggota Komisi II DPRD Kaltara, Muh. Nasir, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini gencar dilakukan pemerintah tidak boleh menyentuh sektor-sektor mendasar.
Menurutnya, efisiensi belanja memang diperlukan untuk menjaga keseimbangan fiskal, namun harus dilakukan secara selektif agar tidak berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Efisiensi anggaran itu penting, tapi jangan sampai menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.
Itu harus tetap dijaga,” ujar Muh. Nasir, Minggu (5/4/2026)
Baca juga: Pansus DPRD Kaltara Matangkan Raperda, Herman Tekankan Peran Strategis Dewan Penghargaan Daerah
Nasir menjelaskan, anggaran pendidikan memiliki peran vital dalam menjamin akses belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, anggaran tersebut juga digunakan untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar, pembangunan sarana dan prasarana sekolah, hingga pemberian beasiswa.
Di sektor kesehatan, lanjutnya, anggaran digunakan untuk mendukung berbagai layanan penting, mulai dari operasional rumah sakit dan puskesmas, program imunisasi, hingga subsidi BPJS Kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, bantuan sosial (bansos) dinilai sangat krusial untuk membantu kelompok rentan.
Mulai dari masyarakat miskin, lanjut usia, penyandang disabilitas, hingga korban bencana sangat bergantung pada program tersebut.
“Bansos ini menyangkut langsung kebutuhan masyarakat yang paling membutuhkan. Jadi tidak boleh dikurangi apalagi dihapus,” tegasnya.
Ia pun berharap pemerintah dapat lebih bijak dalam menentukan pos anggaran yang akan diefisienkan, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
(*)
Penulis : Desi Kartika