BKSAP DPR Akan Bawa Persoalan Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon ke Forum Parlemen Dunia
Adi Suhendi April 05, 2026 06:19 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI memastikan akan membawa persoalan gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) ke forum parlemen dunia sebagai bagian dari langkah diplomasi internasional.

Insiden yang terjadi pada 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan itu juga menyebabkan dua prajurit lainnya mengalami luka berat.

BKSAP DPR RI menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengecam keras tindakan yang diduga menjadi penyebab peristiwa tersebut.

DPR RI secara tegas mengutuk aksi militer Israel dan mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh, independen, serta transparan untuk mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban di hadapan hukum internasional.

Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa isu ini tidak akan berhenti di tingkat nasional, melainkan akan diangkat ke berbagai forum parlemen multilateral, termasuk Inter-Parliamentary Union (IPU), guna menggalang dukungan internasional.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, SBY: Hati Saya Ikut Tergetar

Menurutnya, tragedi ini menjadi pengingat serius bahwa misi perdamaian dunia mengandung risiko tinggi, namun tidak boleh dijadikan pembenaran atas tindakan yang melanggar hukum internasional atau membahayakan pasukan penjaga perdamaian.

Legislator Fraksi PKS tersebut juga menegaskan bahwa pengorbanan prajurit tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa dalam misi internasional.

“Setiap prajurit adalah nyawa yang tak tergantikan. Mereka bukan sekadar angka dalam statistik misi perdamaian. Harus ada jaminan perlindungan maksimal serta akuntabilitas tegas atas setiap insiden yang merenggut nyawa mereka,” kata Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Sederet Ulah Israel di Lebanon, Panglima Perintahkan Prajurit TNI Masuk Bunker

Syahrul mengatakan, bahwa BKSAP DPR RI akan mendorong isu perlindungan pasukan perdamaian menjadi agenda penting dalam forum internasional, sekaligus mengupayakan peningkatan standar keselamatan global bagi personel yang bertugas di wilayah konflik.

“Kita mendukung peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Namun, dukungan tersebut harus diiringi dengan sistem perlindungan yang kuat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara internasional,” ujarnya.

Sebagai bagian dari langkah strategis, BKSAP DPR RI juga akan menginisiasi komunikasi dengan parlemen negara-negara anggota UNIFIL lainnya guna membangun aliansi internasional.

Langkah ini bertujuan mengawal kebijakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait keselamatan pasukan perdamaian, termasuk mendorong pembentukan protokol darurat yang lebih responsif di zona konflik.

Selain itu, BKSAP DPR RI turut mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, untuk memperkuat koordinasi dengan PBB demi memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel TNI yang bertugas di luar negeri.

“Kami akan memastikan bahwa isu ini menjadi perhatian dunia. Perlindungan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas kolektif global, dan setiap pelanggaran harus ditindak secara tegas melalui mekanisme hukum internasional,” ujar anggota Komisi I DPR RI itu.

Di tengah duka mendalam, BKSAP DPR RI mendoakan para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta menegaskan komitmen untuk mendukung pemulihan prajurit yang terluka.

Tiga prajurit TNI telah gugur saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.

Tiga prajurit TNI yakni Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden yang terjadi di dua lokasi dan dua waktu berbeda saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di bawah mandat PBB atau UNIFIL di Lebanon.

Praka Farizal gugur akibat ledakan proyektil artileri di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).

Seorang prajurit TNI penjaga perdamaian juga terluka parah dalam insiden tersebut.

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat sebuah ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.