Gedung Putih Bantah Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit, 'Press Lid' Jadi Pemicu Isu
Malvyandie Haryadi April 05, 2026 07:33 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terkait kondisi kesehatannya.

Isu ini mencuat usai Gedung Putih mengumumkan status “press lid” pada Sabtu (4/4/2026) waktu setempat, yang menandakan tidak ada agenda atau penampilan publik presiden sepanjang hari tersebut.

Pengumuman “press lid” yang dirilis sekitar pukul 11.08 waktu setempat itu langsung memicu spekulasi di media sosial. 

Sejumlah pengguna mengaitkannya dengan klaim yang belum terverifikasi bahwa Trump dilarikan ke Walter Reed National Military Medical Center.

Rumor tersebut semakin meluas setelah sejumlah komentator dan pasar prediksi ikut mengangkat teori bahwa Trump tengah menjalani perawatan di rumah sakit militer tersebut. Padahal, hingga saat itu tidak ada konfirmasi resmi dari pihak Gedung Putih.

Spekulasi juga diperkuat oleh riwayat kunjungan Trump sebelumnya ke Walter Reed yang kerap dikaitkan publik dengan pemeriksaan kesehatan. Tak sedikit yang menduga kunjungan tersebut bukan sekadar pemeriksaan rutin.

Status “press lid” adalah istilah dalam praktik komunikasi Gedung Putih yang digunakan untuk memberi tahu media bahwa tidak akan ada lagi aktivitas publik Presiden pada hari tersebut.

Ketika “lid” diumumkan, artinya tidak ada jadwal tambahan, pernyataan resmi, atau kesempatan liputan bagi pers—sehingga wartawan tidak perlu lagi menunggu perkembangan baru dari agenda Presiden.

Menurut laporan media, keputusan Gedung Putih menetapkan “press lid” dianggap tidak biasa. Pasalnya, Trump dikenal kerap menghabiskan akhir pekan di resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida, untuk bermain golf.

Di tengah rumor yang beredar, sebuah video yang diklaim memperlihatkan Trump menuju rumah sakit turut viral di media sosial.

Namun setelah ditelusuri, video tersebut ternyata merupakan rekaman lama dari tahun 2024 saat Trump keluar dari fasilitas medis di Pennsylvania usai selamat dari percobaan pembunuhan.

Meski telah terbukti tidak relevan, video tersebut tetap menyebar luas dan memperkuat spekulasi publik. Narasi yang berkembang pun semakin liar tanpa dasar yang jelas.

Gedung Putih akhirnya merespons isu tersebut melalui akun resmi X.

“Kaum liberal yang tidak rasional menciptakan teori konspirasi gila ketika Presiden tidak berbicara kepada pers selama 12 jam,” tulis akun tersebut. “Jangan khawatir! Presiden Trump tidak pernah berhenti bekerja.”

Koresponden Gedung Putih untuk CBS News, Emma Nicholson, juga memberikan klarifikasi. Ia menyatakan, “Seorang penjaga Marinir masih berdiri di pintu West Wing hingga pukul 13.50, yang menunjukkan presiden sedang bekerja di dalam.”

Sementara itu, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menegaskan bahwa Trump tetap menjalankan tugasnya.

“Tidak pernah ada presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika selain Presiden Trump. Pada akhir pekan Paskah ini, ia bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Oval Office,” ujarnya.

Di tengah rumor tersebut, Trump juga tetap aktif di platform Truth Social. Ia bahkan menulis sejumlah pernyataan tegas terkait kebijakan luar negeri dan keamanan nasional, yang semakin memperkuat klaim bahwa dirinya dalam kondisi aktif bekerja, bukan dirawat di rumah sakit.

Meski demikian, rumor soal kesehatan Trump bukan hal baru. Dalam beberapa waktu terakhir, publik sempat menyoroti kondisi fisiknya setelah beredar video yang menunjukkan gerakannya terlihat tidak stabil saat turun dari Air Force One maupun saat menghadiri acara resmi.

Namun Trump membantah kekhawatiran tersebut dengan mengacu pada laporan dokter Gedung Putih, Ronny Jackson. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap dalam kondisi prima, bahkan menyebut dirinya sebagai “presiden paling sehat.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.