PULUHAN Rumah Warga Terendam Banjir, Hujan Deras Picu Luapan Air Sungai, Paling Parah Tegalcangkring
Anak Agung Seri Kusniarti April 06, 2026 12:03 AM

TRIBUN-BALI.COM - Puluhan rumah di wilayah Kecamatan Mendoyo, Jembrana sempat terendam banjir, Minggu (5/4) sore. Warga terdampak dilaporkan di beberapa desa. Meskipun tak lama, ketinggian air mencapai sekitar 50 centimeter.

Saat ini Tim BPBD masih melakukan pendataan serta kajian ke lokasi terdampak dan Satpol PP Jembrana sedang melakukan penanganan seperti proses pembersihan. 

Menurut data yang berhasil diperoleh, sebaran warga yang terdampak banjir di antaranya di wilayah Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dauh Tukad. Kemudian di Banjar Tengah Desa Mendoyo Dangin Tukad yang sampai menggenangi rumah warga, di Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung. 

Baca juga: SOSOK Agus Dikenal Suka Menolong, 2 Pemuda Terseret Ombak di Pantai Purnama, 1 di Pantai Cucukan

Baca juga: HANTAM Mobil Terios & Motor, Kecelakaan Akibat Rem Blong Truk Molen di Jalan Raya Uluwatu Bali

Kemudian di sejumlah rumah warga Banjar Dauh Marga, Desa Delod Berawah. Serta paling parah di wilayah Kelurahan Tegalcangkring. Di wilayah ini ada dua lingkungan yang terdampak dan sebabkan belasan KK terdampak. Peristiwa banjir ini disebabkan oleh meluapnya air di bendungan wilayah setempat. 

Tak hanya rumah warga, sejumlah titik jalan utama Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk juga sempat terendam air. Seperti di wilayah Pasar Tegalcangkring dan wilayah Desa Yehembang. 

"Saat ini kami masih melakukan pendataan serta kajian di lokasi-lokasi yang terdampak hujan deras tadi," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Minggu (5/4) malam. 

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika menyebutkan, sesuai pendataan di lapangan hujan deras yang terjadi Minggu (5/4) siang menyebabkan sejumlah bencana terutama banjir. Selain itu juga sebabkan peristiwa tanah longsor serta senderan jebol. 

"Sebagian besar warga terdampak banjir. Astungkara tidak sampai ada korban jiwa," ungkapnya. 

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Jembrana, Minggu (5/4). Akibatnya, sejumlah titik daerah aliran sungai (DAS) di wilayah Gumi Makepung ini meningkat. Salah satunya adalah di DAS Bilukpoh wilayah Kecamatan Mendoyo. Volume air dilaporkan sudah sampai di dekat dengan jembatan. 

Menurut pantauan di lapangan, selain di DAS Bilukpoh yang pernah alami banjir bandang di bulan Oktober tahun 2022 lalu ini, juga terjadi di beberapa titik lainnya. Seperti di jembatan wilayah Desa Mendoyo Dauh Tukad. 

Air berwarna cokelat keruh bercampur dengan sampah organik datang dari hulu menerjang aliran sungai. Dalam waktu 10 menit, air sungai justru terus mengalami peningkatan volume hingga merendam jalan dan sebabkan warga tak bisa melintas. Jika hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi, kemungkinan volume air bakal terus naik. Warga berharap, hujan reda dan volume air segera surut.

"Hujannya sangat deras tadi, bahkan disertai angin kencang beberapa menit," ungkap Agus warga Mendoyo yang rumahnya dekat sungai. 

Dia mengungkapkan, setelah hujan sedikit mereda volume air sungai kian meningkat. Dia yang tinggal tak jauh dari sungai tersebut merasa khawatir dan berharap hujan tak terus turun begitu deras dan volume air di DAS tak kian meningkat.

"Untuk rumah kami agak sedikit tinggi. Tapi khawatir juga kalau terus hujan deras. Semoga hujan segera reda, air sungai perlahan surut," harapnya. (mpa)

Pantau Volume Air

Terpisah, Lurah Tegalcangkring, I Kade Dwi Puspa Negara menyebutkan, dampak hujan deras yang terjadi Minggu (5/4) sore kemarin menyebabkan volume air sungai Bilukpoh meningkat.

Berdasarkan laporan di lapangan, air sungai meningkat sejak pukul 15.00 Wita. Beruntung masih aman atau masih di bawah jembatan. "Nggih DAS Bilukpoh meningkat volume airnya. Semoga hujan segera reda dan air sungai perlahan surut," harapnya. 

Untuk diketahui, DAS Bilukpoh sempat terjadi banjir bandang pada Oktober 2022 lalu. Peristiwa tersebut sempat mengakibatkan puluhan warga terdampak dan menyebabkan arus lalulintas Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk sempat lumpuh total. Diharapkan, peristiwa tersebut tak terulang kembali di kemudian hari. (mpa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.