TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan visi besar partai untuk menyatukan kekuatan tradisional dengan tuntutan dunia digital.
Hal itu disampaikannya saat resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (5/4/2026).
Di hadapan ratusan kader dan delegasi dari 13 kecamatan, Cucun menginstruksikan agar DPC PKB Pamekasan menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah partai yang berakar kuat di kalangan santri, ulama, dan masyarakat perdesaan, namun tetap lincah dalam beradaptasi dengan kemajuan zaman.
"Kekuatan utama PKB di Pamekasan adalah akar rumput yang sangat kuat, nasab perjuangan kita jelas dari para kiai dan pesantren. Namun, akar yang kuat ini tidak boleh kaku. Kita harus mampu 'menyapa zaman' dengan menjadi partai yang melek teknologi dan adaptif terhadap perubahan gaya hidup masyarakat modern," kata Cucun.
Wakil Ketua DPR RI itu juga menekankan bahwa kepengurusan DPC Pamekasan ke depan wajib mengadopsi "Digital Grassroots Strategy".
Artinya, cara-cara konvensional dalam menyapa warga harus diperkuat dengan penggunaan platform digital untuk menyerap aspirasi dan memberikan solusi cepat bagi persoalan rakyat.
"Kader kita di Pamekasan tidak boleh gagap teknologi. Justru teknologi harus kita gunakan sebagai alat perjuangan untuk membela petani, nelayan, dan kaum santri secara lebih efisien. Kita ingin suara rakyat dari desa-desa di Pamekasan terdengar langsung ke pusat lewat ekosistem digital partai yang terintegrasi," ujarnya.
Di tingkat pusat, Cucun menjelaskan bahwa PKB telah melakukan digitalisasi secara terpadu sebagai bagian dari transformasi kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sistem monitoring kinerja anggota DPR RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota, kepala daerah, hingga tenaga ahli semakin terintegrasi dengan teknologi digital yang modern.
"Dan melalui sistem yang kami namai SIMPEL memang dirancang untuk menekankan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas dalam pengawasan kinerja seluruh kader PKB di berbagai tingkatan," ucapnya.
Lebih lanjut, Cucun mengingatkan bahwa tantangan Pemilu 2029 akan sangat berbeda.
Mayoritas pemilih adalah generasi muda yang sangat dinamis. Oleh karena itu, Muscab ini menjadi momentum bagi DPC PKB Pamekasan untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih inklusif dan progresif tanpa mencabut identitas kulturalnya.
"Pamekasan harus membuktikan bahwa menjadi religius dan menjaga tradisi tidak berarti harus tertinggal. Kita tunjukkan bahwa PKB adalah partai yang paling siap memadukan nilai-nilai luhur dengan inovasi modern untuk kesejahteraan rakyat Madura," tandasnya.