SBY Minta PBB Hentikan Misi UNIFIL di Lebanon Buntut Gugurnya 3 Prajurit TNI
Adi Suhendi April 05, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menghentikan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau memindahkan lokasi pasukan penjaga perdamaian keluar dari medan pertempuran di Lebanon.

Hal ini disampaikan SBY menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di wilayah tersebut.

"Seharusnya PBB, New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini," kata SBY melalui akun X-nya pada Minggu (5/4/2026).

SBY menjelaskan secara teknis bahwa Kontingen Garuda XXIII/S di Lebanon mengemban tugas peacekeeping (penjaga perdamaian) sesuai Chapter 6 Piagam PBB, bukan peacemaking di bawah Chapter 7 yang memiliki mandat untuk memaksakan perdamaian (to enforce the peace).

Sebagai pasukan penjaga perdamaian, prajurit TNI tidak dipersenjatai secara kuat untuk melakukan tugas pertempuran.

Baca juga: SBY Ungkap Sejarah Prajurit TNI di Lebanon, 3 Menteri Prabowo Kontingen Pertama Pasukan Perdamaian

Mereka, kata dia, seharusnya bertugas di wilayah blue zone yang memisahkan teritori Israel dan Lebanon, bukan di zona perang.

"Sekarang ini, kenyataannya yang semula mereka berada di sekitar blue line kini sudah berada di war zone, yang sehari-hari sudah berkecamuk pertempuran antara pihak Israel dan Hizbullah. Bahkan dikabarkan pasukan Israel sudah maju 7 km dari blue line," ujar SBY. 

SBY juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang dan mengeluarkan resolusi yang tegas. 

Ia memperingatkan PBB agar tidak menerapkan standar ganda dalam menyikapi keselamatan petugas internasional.

Baca juga: BKSAP DPR Akan Bawa Persoalan Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon ke Forum Parlemen Dunia

SBY mengenang pengalamannya saat menjabat Menkopolkam RI pada tahun 2000, di mana ia harus menghadiri Sidang Dewan Keamanan PBB akibat insiden di Atambua, NTT, yang menewaskan tiga petugas kemanusiaan PBB.

"PBB tidak boleh pilih kasih dan menggunakan standar ganda. Sebagaimana yang dilakukan Presiden Prabowo, secara pribadi, saya juga merasa punya kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit-prajurit TNI yang menjadi korban di Lebanon ini," tegasnya. 

Tiga prajurit TNI telah gugur saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.

Tiga prajurit TNI yakni Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden yang terjadi di dua lokasi dan dua waktu berbeda saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di bawah mandat PBB atau UNIFIL di Lebanon.

Praka Farizal gugur akibat ledakan proyektil artileri di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).

Seorang prajurit TNI penjaga perdamaian juga terluka parah dalam insiden tersebut.

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat sebuah ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.