TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Salah satu jajanan yang begitu akrab di lidah masyarakat Solo Raya adalah risol mayo.
Hampir di setiap tenongan atau lapak jajanan pasar, camilan gurih ini selalu tersedia dan menjadi favorit banyak orang.
Rasanya yang creamy, gurih, dan sedikit manis membuat risol mayo sulit untuk ditolak.
Namun, di balik kepopulerannya, banyak yang belum mengetahui asal-usul risol mayo dan bagaimana camilan ini bisa hadir di Indonesia.
Dari Eropa ke Indonesia
Risol mayo sebenarnya merupakan variasi modern dari risoles klasik, makanan yang berasal dari Eropa.
Risoles sendiri telah dikenal sejak abad ke-13 dengan nama roinsolles.
Nama “risoles” diyakini berasal dari bahasa Latin russeoulus, yang berarti “kemerahan”, merujuk pada warna keemasan setelah digoreng.
Baca juga: Jokowi di Solo Sebut Pemerintah Tahu Apa yang Harus Dilakukan Terkait Gugurnya 3 TNI di Lebanon
Pada awal kemunculannya, risoles dibuat dari adonan tepung terigu yang diisi dengan daging cincang, sayuran, atau keju.
Makanan ini kemudian masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar abad ke-19.
Saat itu, masyarakat Indonesia belum familiar dengan teknik pastry seperti di Eropa.
Oleh karena itu, resep risoles kemudian diadaptasi menggunakan bahan-bahan lokal yang lebih mudah didapat.
Transformasi Jadi Jajanan Lokal
Seiring waktu, risoles mengalami berbagai perubahan di Indonesia. Kulitnya dibuat lebih tipis dan renyah, sementara isiannya semakin beragam mulai dari ayam suwir, sayuran, hingga keju.
Dari sinilah kemudian muncul inovasi baru: risol mayo.
Risol mayo dikenal sebagai versi modern dari risoles klasik. Perbedaannya terletak pada isiannya.
Jika risoles ragout berisi campuran sayur dan daging berbumbu gurih, maka risol mayo diisi dengan mayones, telur, dan smoked beef yang memberikan sensasi lumer, gurih, sekaligus sedikit manis.
Popularitas risol mayo mulai meningkat pesat sejak tahun 2000-an. Banyak pelaku UMKM di berbagai kota turut mempopulerkannya, termasuk produsen dari Bogor sejak sekitar tahun 2008, hingga akhirnya menyebar luas ke berbagai daerah, termasuk Solo Raya.
Dari Jajanan Modern Jadi Warisan Kuliner
Kini, risoles termasuk risol mayo telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia.
Makanan ini mudah ditemukan di berbagai acara seperti arisan, ulang tahun, hingga hajatan.
Tak hanya itu, risoles juga menjadi salah satu jajanan pasar yang paling populer karena harganya terjangkau dan rasanya disukai berbagai kalangan.
Perjalanan risoles dari makanan Eropa hingga bertransformasi menjadi risol mayo khas Indonesia menunjukkan bagaimana kuliner bisa berkembang melalui proses adaptasi dan kreativitas.
Dari sekadar makanan asing, risoles kini telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang terus berinovasi.
Risol mayo pun menjadi bukti bahwa perpaduan budaya dapat melahirkan cita rasa baru yang justru semakin dicintai masyarakat.
Baca juga: Belum Ada Temuan Positif Campak di Kota Solo, Warga Diimbau Segera Vaksin untuk Mencegahnya
(*)