Umat Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu Berebut Air Berkat Usai Misa Paskah 
Oby Lewanmeru April 06, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Umat Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu berebutan Air Berkat usai perayaan Ekaristi Malam Paskah di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT Sabtu, 4 April 2026 malam. Hal ini menjadi sebuah tradisi unik nyaris di setiap Gereja Katolik di NTT.

Umat bernama Ines mengatakan, setiap perayaan Hari Raya Paskah Pastor Katolik selalu memberkati ribuan liter air untuk digunakan oleh umat. Air berkat tersebut diisi dalam wadah seperti botol dan dibawa pulang ke rumah masing-masing.

"Ini untuk digunakan kami satu keluarga," ujarnya.

Dikatakan Ines, air berkat tersebut biasanya digunakan untuk membasuh tubuh saat sakit, pemberkatan rumah, dan kebutuhan rohani lainnya. Selain air, mereka juga mengambil abu yang sudah diberkati.

Baca juga: Misa Malam Paskah di TTU, Pater Robert Sebut Kebangkitan adalah Simbol Kemenangan 

Sementara itu seorang umat lainnya bernama Eduardus Bere mengatakan, air berkat itu dipergunakan keluarga mereka untuk mengusir roh jahat dan kemalangan serta semua rintangan.

Air tersebut akan direciki di dalam setiap sudut dan di sekeliling rumah. Air Berkat bisa digunakan di dalam semua aspek kehidupan Umat Katolik.

Sementara itu, Pastor Paroki, RD Gabriel Alos mengatakan, Malam Paskah merupakan momentum bagi umat Katolik melakukan pembaharuan janji baptis. Air berkat menjadi simbol pembaptisan.

Pembaharuan janji baptis ini dilakukan agar umat tetap bangkit dan semangat setia kepada Kristus. Dalam kepercayaan Katolik air ini bisa digunakan untuk hal-hal tertentu sesuai kebutuhan umat. 

"Karena kita percaya bahwa air itu mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga bisa digunakan dalam kondisi tertentu," pungkasnya. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.