TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Informasi keberadaan pilot jet tempur F-15 E yang sebelumnya menyelamatkan diri melalui kursi lontar setelah pesawatnya ditembak jatuh oleh militer Iran hingga saat ini masih simpang siur.
Donald Trump mengklaim telah melakukan misi penyelamatan pilot tempur AS tersebut dengan mengerahkan militer dan tim khusus.
Namun narasi yang dibuat oleh Trump tersebut malah mendapatkan sindiran dari media Iran Tasnim News.
Dalam ulasan yang diterbitkannya, Tasnim News menyebut narasi yang dibuat oleh Trump seperti narasi film Hollywood.
"Narasi Amerika tentang penyelamatan anggota kru jet tempur AS yang jatuh sangat diragukan dan tampaknya agak bergaya Hollywood," demikian Tasnim News memulai ulasannya seperti dikutip dari Kompas.com,pada Senin (6/4/2026).
Tasnim pun membeberkan alasannya menilai narasi yang dibuat AS bak film Hollywood hingga meragukannya.
Yang pertama adalah waktu operasi penyelamatan yang sempit dan hanya menggunakan helikopter.
Menurut Tasnim, operasi penyelamatan dengan hanya mengandalkan helikopter tentunya akan sangat sulit.
Sebab, pesawat canggih milik AS banyak yang ditembak jatuh di wilayah Iran.
Sementara dalam narasi yang dibuat, helikopter-helikopter AS terbang bebas di wilayah Iran.
Tentunya jika hal itu benar terjadi, maka helikopter tersebut sudah menjadi sasaran empuk rudal-rudal Iran.
"Skenario AS ini secara logis memerlukan pemeriksaan yang lebih detail dan dokumentasi yang lebih lengkap."urainya.
Kemudian poin lainnya yang disampaikan dimana menyebut kondisi pilot mengalami cedera serius.
Menurut Tasmin, klaim itu membuat narasi yang dibuat AS semakin ambigu.
Padahal, belum ada gambar atau dokumen yang jelas yang dipublikasikan tentang pilot pertama yang diduga diselamatkan dan ada keraguan serius tentang nasibnya.
Media itu juga menulis soal pertanyaan lain juga muncul mengenai pilot kedua yakni jika operasi penyelamatan memang berhasil, mengapa kemungkinan kematiannya dibahas pada saat yang bersamaan?
Tasnim News mengulas AS sejak dulu memang hebat dalam membuat drama 'heroik' seperti film-film Hollywood meski kebohongan-kebohongan itu telah terbukti belakangan ini.
"Bahkan jika kita mengambil narasi Amerika sebagai dasar, perlu dicatat bahwa sebuah helikopter operasi khusus mengalami kerusakan teknis di wilayah Iran."
Bahkan media itu menulis ada kemungkinan orang lain akan diperkenalkan dalam beberapa jam mendatang seolah-olah sebagai pilot yang berhasil diselamatkan.
Baca juga: AS Diduga Ingin Bunuh Pilot Jet Tempur F-15 E yang Ditembak Jatuh Iran
Sementara itu sebelumnya, Media CNN mengulas upaya dramatis penyelamatan pilot jet F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh oleh Iran.
Media mengatakan sang pilot selamat setelah bersembunyi sendirian di celah gunung di belakang garis musuh.
"Pilot Amerika yang terluka itu tahu persis apa yang harus dilakukan, bertahan hidup dan menghindar," demikian CNN dikutip pada Senin (4/4/2026).
Selama lebih dari sehari, sang pilot dinilai berhasil menghindari penangkapan oleh pasukan Iran.
Sang pilot mendaki medan yang terjal hingga ke punggung bukit setinggi 7.000 kaki di atas permukaan laut, hanya berbekal pistol, alat komunikasi, dan alat pelacak.
Sebuah tim komando Amerika, lanjut CNN, didampingi oleh pesawat-pesawat AS yang menjatuhkan bom untuk membersihkan area tersebut, bergegas menuju pegunungan tinggi untuk menemukan perwira itu, dan membawa dia serta diri mereka sendiri ke tempat aman.
Dua pejabat AS kemudian menjelaskan detail operasi berisiko tersebut kepada CNN.
“KAMI BERHASIL MENANGKAPNYA!” tulis Presiden Donald Trump di media sosial setelah menghabiskan hari Sabtu memantau operasi tersebut dari Gedung Putih. “
"Selama beberapa jam terakhir, Militer Amerika Serikat berhasil melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS.”