Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi terus mendorong pengembangan potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata daerah.
Salah satunya melalui Festival Tapa Gogoso digelar di Desa Kota Rindau, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah daerah pemilihan Sigi-Donggala Musliman, Kepala Kantor Kementerian Agama Sigi Lutfi Yunus, sejumlah pimpinan OPD, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya acara.
Baca juga: Kota Palu Masuk KLB, Pemkot Ajak Orang Tua Pastikan Anak Dapat Imunisasi Campak
Festival berlangsung meriah dengan suguhan hiburan musik dari Acil The Box serta penampilan Ote Abadi, vokalis band legendaris The Mercy’s berhasil menghidupkan suasana malam itu.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dalam sambutannya menegaskan bahwa festival tersebut menjadi langkah awal dalam mengangkat potensi kuliner dan budaya lokal sebagai kekuatan ekonomi baru bagi daerah.
Ia menjelaskan, Festival Tapa Gogoso bukan sekadar makanan tradisional, melainkan memiliki nilai historis dan kultural yang kuat.
Hidangan ini telah lama menjadi sajian khas masyarakat Sigi, khususnya saat momentum Hari Raya Idulfitri.
“Kalau berbicara pariwisata, bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga budaya yang menjadi identitas daerah. Tapa Gogoso ini adalah bagian dari budaya yang bisa kita kembangkan menjadi kuliner khas,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Imunisasi Campak di Kota Palu Berlangsung 30 Maret hingga 11 April 2026
Rizal juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk meningkatkan skala festival tersebut agar lebih luas dan melibatkan seluruh desa di Kecamatan Dolo.
Menurutnya, ke depan Festival Tapa Gogoso akan didorong menjadi agenda bersama lintas desa bahkan masuk dalam kalender event resmi daerah, sehingga memiliki dampak ekonomi yang lebih besar.
“Ke depan, festival ini tidak hanya di Kota Rindau, tetapi bisa menjadi event bersama seluruh desa di Kecamatan Dolo. Ini akan kita dorong masuk dalam kalender event daerah,” jelasnya.
Selain itu, pengembangan festival berbasis kuliner lokal dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menggerakkan sektor pertanian dan pariwisata secara bersamaan.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi Golkar, Musliman, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan festival tersebut agar dapat ditetapkan secara resmi sebagai agenda wisata kuliner daerah.
Baca juga: Sulteng Expo 2026 Bakal Pamerkan Kelapa, Durian, Cengkeh, Kakao dan Hasil Perikanan
Ia berharap pemerintah daerah segera menerbitkan regulasi atau keputusan resmi sehingga Festival Tapa Gogoso memiliki keberlanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial tahunan.
“Kami berharap festival ini bisa ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner Kabupaten Sigi agar terus dilestarikan dan dikembangkan ke depan,” kata Musliman.
Festival Tapa Gogoso sendiri merupakan tradisi kuliner khas masyarakat Sigi, khususnya di wilayah Dolo, yang identik dengan sajian berbahan dasar beras ketan, termasuk varian beras ketan hitam yang menjadi favorit masyarakat saat hari raya.
Baca juga: 20 Ribu Peserta Diperkirakan Hadiri Paskah Nasional ke-5 di Sulawesi Tengah
Dengan penguatan konsep festival serta dukungan lintas sektor, Festival Tapa Gogoso diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Sigi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. (*)