Respons Simone Inzaghi saat Disebut jadi Kandidat Pelatih Timnas Italia
Briandena Silvania Sestiani April 06, 2026 12:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Pelatih Simone Inzaghi angkat bicara terkait kondisi sepak bola Italia usai kegagalan tim nasional mereka kembali menembus ajang Piala Dunia 2026.

Di tengah spekulasi mengenai masa depannya, eks juru taktik Inter Milan itu memastikan dirinya belum tertarik untuk menangani Timnas Italia, meski tetap optimistis terhadap kebangkitan sepak bola negaranya.

Pernyataan tersebut disampaikan Inzaghi dalam wawancara yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-50, ketika ia kini menjalani musim perdananya sebagai pelatih klub raksasa Arab Saudi, Al-Hilal.

Saat ini, Simone Inzaghi masih terikat kontrak dengan Al-Hilal dan menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masa kerjanya bersama klub tersebut.

Baca juga: Gattuso Mundur dari Pelatih Timnas Italia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Daftar Kandidat Pengganti

Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Inzaghi Tetap Optimistis

Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia kembali menjadi sorotan besar di dunia sepak bola.

Tim berjuluk Gli Azzurri itu harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir melalui drama adu penalti saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina.

Hasil ini menandai kegagalan Italia untuk tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, sebuah catatan yang cukup mengejutkan bagi negara dengan sejarah panjang dan prestasi besar di sepak bola dunia.

Menanggapi hal tersebut, Simone Inzaghi mengaku merasa sangat kecewa.

“Saya sangat menyesal Timnas Italia tidak akan berada di Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut,” kata Inzaghi.

Meski demikian, ia tetap menunjukkan keyakinannya bahwa sepak bola Italia akan kembali bangkit.

“Saya 100 persen orang Italia, saudara laki-laki saya juga memenangkan Piala Dunia.

Sepak bola Italia akan pulih, saya yakin akan hal itu. Meskipun begitu, saya meninggalkan sepak bola Italia karena sejumlah alasan.”

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan optimistis Inzaghi terhadap masa depan sepak bola Italia, meskipun saat ini sedang menghadapi masa sulit.

Tolak Jadi Pelatih Timnas, Hormati Kontrak di Al-Hilal

Nama Inzaghi sempat mencuat sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala tim nasional Italia. Namun, ia dengan tegas menepis rumor tersebut.

“Saya merasa tersanjung, tetapi seperti yang saya katakan, saya baik-baik saja di sini dan saya masih memiliki kontrak satu tahun lagi dengan Al-Hilal.”

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa fokus utama Inzaghi saat ini adalah menyelesaikan pekerjaannya di klub yang berbasis di Arab Saudi tersebut.

Dalam dunia sepak bola profesional, kontrak pelatih merupakan komitmen kerja yang mengikat, sehingga keputusan untuk berpindah tim biasanya harus melalui proses yang kompleks, termasuk negosiasi dan kompensasi.

Karier di Arab Saudi dan Posisi Al-Hilal

Di bawah kepemimpinan Inzaghi, Al-Hilal tampil cukup kompetitif di Liga Pro Saudi. Hingga mendekati akhir musim, tim tersebut berada di posisi kedua klasemen sementara, tertinggal lima poin dari rival utama mereka, Al-Nassr yang diperkuat oleh megabintang Cristiano Ronaldo.

Dengan tujuh pertandingan tersisa, peluang untuk mengejar ketertinggalan masih terbuka, meskipun persaingan di papan atas klasemen semakin ketat.

Liga Pro Saudi sendiri merupakan kompetisi kasta tertinggi di Arab Saudi yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan pesat, baik dari segi kualitas pemain maupun investasi infrastruktur.

Alasan Tinggalkan Italia: Bukan Sekadar Uang

Kepindahan Inzaghi dari Italia ke Arab Saudi sempat dikaitkan dengan faktor finansial, mengingat adanya laporan mengenai kenaikan gaji yang signifikan.

Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak semata-mata didorong oleh uang.

“Salah. Mendapatkan banyak penghasilan adalah sebuah kesenangan. Tentu saja, tetapi faktor lain juga mendorong saya ke sini. Untungnya, saya tidak membutuhkan uang.”

Ia menjelaskan bahwa keinginannya untuk mencoba pengalaman baru menjadi salah satu alasan utama.

“Keinginan untuk mencoba pengalaman yang benar-benar baru di lingkungan yang benar-benar baru. Tahun-tahun yang saya habiskan di Inter sangat memuaskan dari sudut pandang profesional, tetapi juga sangat menegangkan.”

Menurutnya, tekanan tinggi yang ia rasakan selama melatih Inter Milan menjadi salah satu faktor yang membuatnya ingin mencari suasana berbeda.

“Saya merasa perlu untuk merasakan sepak bola di level tinggi, tetapi juga untuk melepaskan diri dari beban tekanan yang telah menjadi sangat berat.”

Kehidupan dan Pengalaman Baru di Arab Saudi

Inzaghi juga mengungkapkan bahwa kehidupannya di Arab Saudi memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan saat ia melatih di Italia.

“Situasi di Arab Saudi sangat fantastis dari semua sudut pandang: gaya hidup, infrastruktur olahraga dan non-olahraga, ketenangan yang menyertai Anda bahkan dalam pekerjaan yang penuh tekanan seperti pekerjaan saya.”

Pernyataan ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan kualitas hidup juga menjadi pertimbangan penting dalam perjalanan karier seorang pelatih profesional.

Dalam konteks sepak bola modern, banyak pelatih dan pemain yang mulai mempertimbangkan faktor di luar lapangan, seperti stabilitas kehidupan dan kenyamanan lingkungan, dalam menentukan langkah karier mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.