Antisipasi Kebakaran Lebih Luas, Kecamatan Balikpapan Tengah Genjot Pengadaan APAR hingga Tingkat RT
Nur Pratama April 06, 2026 12:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi kalimantan Timur terus memperkuat upaya mitigasi bencana kebakaran dengan mendorong penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga ke tingkat rukun tetangga (RT).

Langkah ini diambil menyusul tingginya potensi kebakaran di wilayah tersebut, yang dalam beberapa waktu terakhir kerap terjadi di sejumlah kelurahan.

Salah satu insiden terbaru bahkan menghanguskan empat rumah warga di RT 18 Kelurahan Karang Jati pada serta menyebabkan satu orang mengalami luka bakar.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakan Maut di Jalan Soekarno Hatta KM 7 Balikpapan, Pelajar SMP Tewas di Tempat

Camat Balikpapan Tengah, Ariefdah Aida Kuntjoro, mengatakan wilayahnya memang tergolong rawan bencana, khususnya kebakaran dan longsor.

Kondisi permukiman yang padat serta faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab tingginya risiko tersebut.

“Peristiwa kebakaran cukup banyak dan hampir terjadi di seluruh kelurahan, karena memang wilayah ini rawan, baik kebakaran maupun longsor,” ujar Ariefdah. 

Menurutnya, salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran adalah belum optimalnya fungsi hydrant di sejumlah titik.

Meski sebagian masih berfungsi, tidak sedikit yang mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan secara maksimal saat dibutuhkan.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah kecamatan untuk mencari solusi alternatif yang lebih cepat dan efektif dalam penanganan awal kebakaran, salah satunya melalui penyediaan APAR di tingkat RT.

“Sebagian hydrant berfungsi, tapi ada juga yang tidak. Karena itu, kami setiap tahun mengupayakan pengadaan APAR untuk RT sebagai langkah awal penanganan sebelum api membesar,” jelasnya.

Ariefdah menambahkan, pengadaan APAR dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah.

Meski demikian, pihaknya telah merencanakan agar seluruh RT di wilayah Balikpapan Tengah dapat memiliki alat pemadam tersebut.

“Sudah dianggarkan untuk semua RT, tetapi realisasinya bertahap. Untuk jumlah RT yang sudah memiliki APAR, masih akan kami lakukan pendataan kembali agar lebih akurat,” ungkapnya.

Selain pengadaan alat, pemerintah kecamatan juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran.

Edukasi terkait penggunaan APAR serta langkah-langkah penanganan awal kebakaran dinilai penting agar warga dapat bertindak cepat sebelum api meluas.

Ariefdahmenegaskan, APAR hanya efektif untuk memadamkan api dalam skala kecil. Jika kebakaran sudah membesar, terlebih dengan adanya faktor angin, maka penanganannya akan jauh lebih sulit dan membutuhkan peralatan serta dukungan dari petugas pemadam kebakaran.

“APAR itu hanya untuk skala kecil. Kalau api sudah besar dan dibantu angin, tentu akan sulit dipadamkan. Karena itu, penanganan awal sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, pascakebakaran yang terjadi di kawasan Gang Dji Sam Soe RT 18, pemerintah kecamatan bersama pihak terkait telah bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendirikan posko bantuan di Kantor Kelurahan Karang Jati. Posko ini difungsikan untuk menyalurkan bantuan logistik serta menjadi pusat koordinasi penanganan pascabencana.

Staf Kecamatan Balikpapan Tengah, Hadi, mengatakan keberadaan posko diharapkan dapat membantu meringankan  beban warga yang terdampak kebakaran.

“Posko bantuan sudah didirikan di kantor kelurahan untuk membantu warga yang terdampak,” ujarnya singkat.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kecamatan Balikpapan Tengah berharap risiko kebakaran dapat ditekan, serta masyarakat lebih siap dalam menghadapi potensi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (Dha/ADV Diskominfo Balikpapan) 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.