Saiful Mujani Serukan Jatuhkan Presiden Prabowo Viral: Hanya Itu Alternatifnya
Darwin Sijabat April 06, 2026 12:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Dunia media sosial tengah digemparkan oleh potongan video kontroversial yang menampilkan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. 

Dalam forum diskusi yang digelar di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026), pakar riset tersebut secara terbuka melontarkan wacana untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto dari kursi kekuasaan.

Pernyataan keras ini muncul dalam acara halalbihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan”. 

Saiful menilai gaya kepemimpinan Prabowo belakangan ini, terutama terkait ancaman-ancaman yang dilontarkan sang kepala negara, sudah melampaui batas kepatutan seorang presiden.

“Tidak ada alternatif yang lain. Apalagi seperti yang sudah saya katakan tadi. Presiden itu sudah tidak presiden, gitu, loh,” cetus Saiful dalam video tersebut. 

Ia menyayangkan diksi-diksi intimidatif yang keluar dari mulut pemegang mandat rakyat. 

“Coba, harusnya tidak keluar kata-kata seperti itu. Ancaman-ancaman seperti itu dari kepala negara. Itu tidak boleh.”

Pesimisme Terhadap Jalur Formal Pemakzulan

Menariknya, Saiful justru skeptis terhadap mekanisme konstitusional seperti pemakzulan (impeachment) melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 

Baca juga: 9 Ketua Ormas Temui Jokowi di Solo Bawa Misi Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran 

Baca juga: JK Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Hari Ini atas Fitnah Rp5 Miliar di Kasus Ijazah Jokowi

Ia merasa proses formal di parlemen tidak dapat diharapkan untuk berjalan secara efektif di tengah konstelasi politik saat ini.

“Oleh karena itu, bukan impeachment yang membesar forum seperti ini. Tidak ada alternatif yang lain,” ujarnya. 

Bagi Saiful Muzani, jalur birokrasi formal untuk menurunkan kepala negara dianggap menemui jalan buntu.

Seruan Konsolidasi Menjatuhkan Kekuasaan

Sebagai gantinya, Saiful Mujani menawarkan langkah ekstrem berupa gerakan konsolidasi masyarakat sipil. 
Di hadapan para peserta forum yang merespons dengan tepuk tangan riuh, ia menegaskan bahwa menasihati Presiden sudah tidak lagi menjadi solusi yang relevan.

“Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo?” tanya Saiful secara retoris.

Menutup orasinya, ia menegaskan bahwa langkah menjatuhkan pemerintahan bukanlah serangan personal, melainkan upaya darurat untuk kepentingan yang lebih luas. 

“Hanya itu. Kalau menasihati Prabowo, enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itu bukan menyelamatkan Prabowo, itu menyelamatkan diri kita dan bangsa ini. Terima kasih,” pungkasnya.

Profil Saiful Mujani

Saiful Mujani lahir pada tanggal 8 Agustus 1962 di Serang, Banten, dan tercatat mengabdi sebagai guru besar illmu politik di UIN Syarif Hidayatullah.

Dia menamatkan jenjang pendidikan S-1 kajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah tahun 1989. 

Lalu, dia melanjutkan studi ke jenjang S-2 (lulus 1998) dan S-3 (lulus 2003) bidang ilmu politik di Universitas Negeri Ohio di Amerika Serikat.

Baca juga: Siapa Sebenarnya Soenarko? Berani Desak Adili Jokowi dan Makzulkan Wapres Gibran

Baca juga: Iran Tantang Balik Ancaman Trump: Selat Hormuz Tetap Tutup Tanpa Kompensasi

Saiful pernah mendirikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat bersama kawan-kawannya di UIN tersebut. Dia diganjar dengan penghargaan panel Achmad Bakrie Award 2017 atas sumbangsihnya dalam bidang pemikiran sosial.

Dikutip dari laman resmi Lembaga Survei Indonesia (LSI), Saiful disebut sebagai salah satu perintis studi politik dan kebijakan masyarakat berbasis survei kuantitatif. Bahkan Majalah Gatra pernah mengganggapnya sebagai “arsitek survei opini publik di Indonesia”.

Dia aktif menulis di banyak jurnal internasional, misalnya American Journal of Political Science, Journal of Democracy, dan Comparative Political Studies.

Intelektual ini pernah dipercaya menjadi memimpin LSI dari tahun 2004 hingga 2008. Kemudian, dia dikenal sebagai pendiri Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) pada tahun 2011.

Laman resmi SMRC menyebut lembaga itu per tahun rata-rata menyelenggarakan 100 survei opini publik. SMRC juga dikenal sebagai lembaga yang melakukan hitung cepat atau quick count pemilu.

Di samping itu, SMRC memberikan konsultasi kepada sejumlah parpol, calon anggota dewan, calon kepala daerah, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta.

 

Baca juga: Analisis Psikologi Dosen Unja, di Balik Kaburnya Tersangka Sabu 58 Kg dari Polda Jambi

Baca juga: Perhiasan di Jambi Rp8,8 Juta per Mayam, 6/4/2026 Emas Antam Turun Rp2.831.000

Baca juga: JK Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Hari Ini atas Fitnah Rp5 Miliar di Kasus Ijazah Jokowi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.