Petugas PPSU Jawab Pengaduan Warga Pakai AI, Pramono: Lebih Baik Belum Selesai daripada Membohongi
Irwan Wahyu Kintoko April 06, 2026 12:17 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya tidak membohongi warga.

Permintaan itu disampaikan Pramono setelah mendengar ada petugas PPSU memanipulasi laporan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) terkait parkir liar melalui aplikasi JAKI di Jakarta Timur.

Menurut Pramono, lebih baik suatu pekerjaan diakui belum selesai daripada ditutupi dengan manipulasi menggunakan AI yang justru membohongi publik.

"Lebih baik, misalnya, belum selesai daripada dengan AI yang membohongi," kata Pramono Anung di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Petugas PPSU Pakai Gambar Olahan AI untuk Tanggapi Keluhan Warga, Lurah Kalisari Jaktim Diperiksa

Pramono Anung meminta Inspektorat DKI Jakarta untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, mulai dari lurah hingga pejabat di wilayah Jakarta Timur.

"Saya sudah meminta Inspektorat untuk memeriksa Lurah Kalisari maupun Kasudinnya," kata Pramono.

Ia menegaskan, siapapun yang terbukti bersalah harus dijatuhi sanksi.

Menurut dia, transparansi merupakan prinsip utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang tidak boleh dilanggar.

Baca juga: Diprotes Warga, Petugas PPSU Pakai Gambar AI untuk Hilangkan Mobil Parkir Liar di Kalisari Jaktim

"Siapapun yang salah harus diberikan hukuman, ini tidak boleh terulang kembali, karena bagaimanapun bagi pemerintah Jakarta transparansi itu menjadi hal yang penting," ujar Pramono.

Sebelumnya, seorang warganet mengeluhkan parkir liar di jalanan permukiman di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pemilik akun Threads @seinsh menyebut warga telah melaporkan persoalan parkir liar tersebut hingga ke kelurahan.

Baca juga: Open House di Balai Kota Jakarta, Petugas PPSU Senang Salaman dengan Pramono Anung dan Rano Karno

Bahkan, warga juga melapor melalui aplikasi JAKI, namun laporan itu disebut tidak kunjung diselesaikan.

Pelapor juga menerima bukti tindak lanjut yang diduga telah dimanipulasi menggunakan AI.

Ngurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil, udah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai, coba lapor lewat JAKI malah dikasih bukti palsu hasil edit AI," tulisnya .

Ada Kekeliruan

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengakui adanya kekeliruan saat melakukan validasi atas tindak lanjut pengaduan.

"Biro Pemerintahan mengakui adanya kekeliruan dalam proses validasi, selama ini belum pernah ditemukan bukti tindak lanjut pengaduan yang menggunakan foto hasil rekayasa AI,” kata Budi, Minggu (5/4/2026).

Budi menyebutkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026, total pengaduan masyarakat yang masuk melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi JAKI dan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM), menembus angka 62.571 laporan.

Rata-rata, sekitar 20.857 aduan ditangani setiap bulannya.

Diskominfotik akan memeriksa bukti tindak lanjut laporan yang dicurigai menggunakan teknologi AI.

Selain itu, langkah administratif akan diambil dengan memberikan surat teguran kepada Kelurahan Kalisari yang diduga terlibat dalam kasus ini.

 

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.