Harga Plastik Naik dan Stok Mulai Langka, Pelaku Usaha di Palembang Cari Solusi Alternatif
Shinta Dwi Anggraini April 06, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner termasuk di Kota Palembang mulai merasakan dampak kenaikan harga plastik pasca-Lebaran. 

Lonjakan harga ini memaksa para pelaku usaha untuk memutar otak agar tetap bisa menjaga kualitas produk di tengah meningkatnya biaya operasional.

Pemilik Kedai Siru, Reni Novianty Refly, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik terjadi cukup drastis dan di luar perkiraan.

Ia mengatakan, kondisi ini diperparah dengan kelangkaan barang di pasaran.

"Efeknya sudah terasa, tinggi sekali naik harga plastik. Kalau barangnya ada sih enak, tapi ini banyak yang kosong di mana-mana,” kata perempuan yang biasa disapa Anthie, Senin (6/4/2026).

Menurut Anthie, beberapa toko plastik bahkan mengalami kekosongan stok. Kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan sudah jauh lebih tinggi dari biasanya.

“Seperti mika 650 ml, biasa beli Rp23 ribu, sekarang sudah Rp37 ribu. Ini lagi bingung cari di mana lagi karena banyak kosong,” keluhnya.

Baca juga: Pedagang Plastik Keluhkan Daya Beli Menurun Gegara Harga Naik hingga 70 Persen

Kondisi tersebut membuat Anthie mempertimbangkan untuk menaikkan harga jual produknya, meski dengan berat hati.

Ia menegaskan langkah itu diambil agar kualitas dan rasa tetap terjaga.

“Sepertinya bakal naikin harga dikit, biar rasa dan kualitas tetap terjaga. Karena beban operasional juga sudah besar,” tambahnya.

Ia juga mengaku harus menyiasati penggunaan kemasan.

Jika sebelumnya menggunakan thinwall, kini terpaksa beralih ke mika sebagai alternatif yang tersedia.

Sementara itu, Pemilik Bake With TA, Wita, juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik sangat terasa bagi pelaku UMKM kuliner yang sebagian besar menggunakan plastik.

"Kemasan kita rata-rata pakai bahan dari plastik, semuanya naik dari thinwall, mika, hingga kantong plastik. Maka kita harus putar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik ini," katanya.

Menurutnya, lonjakan harga plastik yang sampai 100 persen tentu akan berpengaruh dengan keuntungan yang didapat para pedagang. 

Maka harus menyiasati dengan ukuran dan penekanan di bahan lainnya dengan tetap mempertahankan kualitas.

Sementara, pemilik Dapur Neka, Dedi, mengaku kondisi usahanya masih relatif aman untuk saat ini karena memiliki stok plastik yang dibeli sebelum Lebaran.

“Untuk sekarang masih aman karena masih pakai stok lama. Memang kenaikan ini terjadi setelah Lebaran,” jelasnya.

Namun, Dedi mengaku mulai bersiap menghadapi kemungkinan terburuk jika stok tersebut habis, mengingat usaha kateringnya sangat bergantung pada kemasan plastik untuk sayur dan lauk.

“Nanti kalau stok habis juga mulai pusing karena harga naik. Sekarang lagi prepare saja,” ungkapnya.

Kenaikan harga plastik ini menjadi tantangan baru bagi UMKM kuliner yang masih berusaha bangkit.

Para pelaku usaha berharap ada solusi atau stabilisasi harga agar usaha mereka tetap bisa berjalan tanpa harus membebani konsumen secara signifikan.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.