SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Muara Beliti menyebabkan plafon koridor penghubung gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sobirin ambruk pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Meski material plafon jatuh di area perlintasan, pihak rumah sakit memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepala Bagian Umum dan Keuangan RSUD dr. Sobirin, Mery Nopryanti, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi saat cuaca ekstrem melanda.
Angin kencang terpantau berputar di bagian belakang rumah sakit, tepat di koridor yang menghubungkan Gedung A dan Gedung C.
Baca juga: Kawal Kasus Kematian Sopiah, Ketua DPRD Musi Rawas Temui Ditreskrimum Polda Bengkulu
"Kondisi plafon sebenarnya sangat baik, tidak ada bocor atau kerusakan sebelumnya. Namun karena angin kencang yang terjebak di selasar, sebagian plafon mendadak ambruk," ujar Mery kepada Sripoku.com, Senin (6/4/2026).
Saat kejadian hanya ada beberapa keluarga pasien yang sedang beristirahat.
Beruntuhan runtuhan plafon yang jatuh tidak mengenai keluarga pasien.
Namun keluarga pasien hanya terkejut saat material plafon terjatuh.
Selain merusakan plafon, diketahui sebanyak 10 titik CTV juga mengalami kerusakan dan langsung mati bersamaan.
Kerusakan ini diduga akibat petir yang menggelegar saat kejadian.
Sementara itu, Sekretaris DPUCK Musi Rawas Feri, mengaku, perbaikan membutuhkan waktu dua hari.
Sebab kerusakan plafon tidak terlalu berat.
"Hari ini akan dimulai diperbaiki dan besok bakal selesai. Bagian ini dibangun pada tahun 2024," ungkapnya.
Dia menyebutkan, kerusakan memungkinan diakibatkan angin masuk lewat antara sela atap.
Sebab, kondisi plafon sebelumnya tidak ada kerusakan maupun kebocoran.
"Pada kontruksi atap kami alumunium foil untuk mencegah kebocoran. Struktur utama juga tidak ada kerusakan hanya rangkanya saja diakibatkan angin yang terjebak. Karena posisi rusak ini di leter L," tutupnya.