TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengajak seluruh masyarakat, khususnya kalangan mampu seperti pengusaha, untuk turut serta menjadi orang tua asuh dalam program Gerakan Melawan Stunting (Genting).
Targetnya, angka stunting di wilayah ini bisa ditekan hingga mencapai zero stunting atau tidak ada lagi kasus stunting.
Ajakan ini disampaikan oleh Asisten 3 Pemkab Mamuju Tengah, Heranto, saat menghadiri rapat penguatan gerakan orang tua asuh cegah stunting yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB).
Baca juga: Ban Selip saat Menyalip, Pemotor Tabrak Ojol di Jalan Jenderal Sudirman Mamuju
Baca juga: Harga Kantong Plastik di Polman Naik, Awalnya Rp10 Ribu Per Pack, Kini Rp15 Ribu Per Pack
Rapat berlangsung di Kafe Kilometer Satu (KMS), Jalan Trans Sulawesi, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Senin (6/4/2026).
Heranto menyebut program Genting sebagai program luar biasa dalam upaya memerangi stunting.
Ia mendorong partisipasi aktif dari masyarakat yang memiliki kelebihan harta untuk menjadi orang tua asuh.
"Bahkan kalau bisa, zero stunting di Mamuju Tengah," ujar Heranto.
Menurut Heranto, peran sebagai orang tua asuh tidak terbatas pada Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga terbuka lebar bagi pengusaha dan masyarakat mampu lainnya.
Mereka diminta untuk menyisihkan sebagian hartanya guna mendukung penanganan stunting.
"Harapan kami, semua lapisan masyarakat yang memiliki harta lebih bisa saling bahu-membahu mengatasi stunting hingga bisa zero stunting atau tidak ada lagi stunting di Mamuju Tengah," ungkapnya.
Dengan ajakan ini, Pemkab Mamuju Tengah berharap kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Khususnya para calon orang tua asuh dari kalangan mampu, dapat menekan angka stunting secara maksimal. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah