TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Fenomena El Nino “Godzilla” istilah populer untuk menggambarkan El Niño yang sangat kuat dan diprediksi membawa dampak berupa peningkatan suhu, paparan sinar UV yang lebih tinggi, serta menurunnya kelembapan udara.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan kulit.
Hal ini disampaikan Dokter Dermatologi, Venereologi dan Estetika Arini Astasari Widodo.
Ia mengungkapkan, kondisi panas dan kering ini dapat memperparah beberapa penyakit kulit.
Pada jerawat, sangat mungkin terjadi saat panas.
Peningkatan produksi sebum akibat panas dikombinasikan dengan keringnya permukaan kulit bisa memicu inflamasi dan breakout.
Pada eksim atau dermatitis atopik, skin barrier yang sudah lemah akan semakin terganggu sehingga flare lebih sering terjadi.
"Jenis kulit yang paling rentan adalah kulit sensitif, kulit kering, serta individu dengan riwayat penyakit kulit seperti eksim, rosacea, dan dermatitis," kata dia saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (6/4/2026).
Namun, kulit berminyak pun tidak aman karena justru bisa mengalami kondisi dehidrasi yang memicu overcompensation produksi minyak.
Dokter Arini menjelaskan, el nino ekstrem ini mengganggu fungsi skin barrier, meningkatkan transepidermal water loss (TEWL) serta memicu dehidrasi kulit.
"Secara klinis, kulit menjadi lebih kering, sensitif, mudah iritasi, kusam, hingga mempercepat proses penuaan kulit (photoaging) akibat paparan UV yang berlebih," tutur dr Arini.
Di saat kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering ini, ia menyarankan untuk fokus memproteksi dan perbaikan skin barrier.
Tips yang bisa dilakukan, pertama, wajib memakai tabir surya atau sunscreen,m minimal SPF 30–50 dengan broad spectrum.
Gunakan ulang setiap 2–3 jam.
Kedua, gunakan sabun pembersih wajah atau gentle cleanser untuk menjaga keseimbangan kulit tanpa stripping.
Ketiga, gunakan moisturizer sesuai jenis kulit masing-masing.
Keempat, konsumsi makan-makanan yang mengandung antioksidan agar melindungi dari oxidative stress akibat UV.
Seperti buah dan sayur berwarna terang seperti blueberry, stroberi, anggur merah, wortel, bayam dan brokoli.
Makanan tinggi vitamin C dan E antara lain jeruk, kiwi, kacang-kacangan dan minyak sayur.
Teh hijau dan cokelat hitam yang mengandung flavonoid serta rempah-rempah alami seperti kunyit dan jahe.
Kelima, ia juga mengingatkan, agar menghindari over-exfoliation atau penggunaan bahan aktif yang terlalu agresif saat kondisi kulit sedang rentan.
Serta yang terakhir adalah menghidrasi dari dalam dengan cukup minum air putih.