TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke DIY pada periode Januari-Februari 2026 menunjukkan trend positif.
Namun di satu sisi perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) justru mengalami penurunan, yang turut berdampak pada tingkat hunian kamar hotel.
Tak hanya itu, kunjungan wisawatan dari beberapa negara Asia Tenggara juga mengalami penurunan
Berdasarkan data BPS DIY, tercatat jumlah kunjungan wisman melalui YIA pada Februari 2026 tercatat sebanyak 7.384 kunjungan.
Angka ini meningkat 8,73 persen dibandingkan Januari 2026 (month-to-month) dan melonjak 21,31 persen dibandingkan Februari 2025 (year-on-year).
"Secara kumulatif, kunjungan wisman sepanjang Januari hingga Februari 2026 mencapai 14.175 kunjungan, atau naik 10,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tren ini menunjukkan pemulihan pariwisata internasional DIY yang terus menguat pascapandemi," kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, Senin (6/4/2026).
Namun terjadi anomali pada traffic kunjungan wisatawan mancanegara dari kawasan Asia Tenggara.
Kunjungan wisatawan asal Malaysia turun 15,22 persen secara bulanan dan turun 16,49 persen secara tahunan.
Baca juga: Harga Kantong Plastik Naik Hampir 100 Persen, Pedagang Pasar Beringharjo Mulai Putar Otak
Hal serupa terjadi pada wisman asal Singapura yang turun 6,97 persen secara bulanan, meski masih mencatat kenaikan tipis 2,32 persen secara tahunan.
"Sebaliknya, lonjakan signifikan justru datang dari wisatawan asal Tiongkok. Secara bulanan, kunjungan dari negara tersebut melonjak 82,38 persen, sementara secara tahunan melonjak drastis hingga 177,17 persen," terang Endang.
Dia menyebut, di tengah pertumbuhan wisman, perjalanan wisnus ke DIY justru mengalami penurunan.
Pada Februari 2026, jumlah perjalanan wisnus tercatat sebanyak 3.087.623 perjalanan, turun 12,53 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 8,50 persen dibandingkan Februari 2025.
Penurunan ini dinilainya sebagai pola musiman yang lazim terjadi pada Februari, mengingat minimnya libur panjang yang biasanya menjadi pendorong utama lonjakan wisata domestik.
Dari total perjalanan tersebut, sebanyak 43,33 persen merupakan perjalanan dalam wilayah DIY (intra-provinsi), sedangkan 56,67 persen berasal dari luar provinsi (inter-provinsi).
Hal ini menunjukkan bahwa DIY masih didominasi oleh wisatawan dari luar daerah. Secara wilayah, seluruh kabupaten dan kota di DIY mencatat penurunan jumlah perjalanan wisnus pada Februari 2026.
"Penurunan paling dalam terjadi di Kabupaten Gunungkidul yang anjlok hingga 27,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini diduga dipengaruhi karakteristik wisata alam yang sangat bergantung pada musim dan momentum libur panjang," ucapnya.
Secara kumulatif, total perjalanan wisnus pada Januari–Februari 2026 mencapai 6.617.666 perjalanan, turun 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan ini menjadi sinyal awal perlambatan pariwisata domestik di awal tahun. (hda)