Asal-asul Uang Rp 3 Juta di Balik Jarik Wanita ODGJ yang Tewas di Saluran Irigasi
Reny Fitriani April 06, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Dugaan asal-asul uang Rp 3 juta di balik jarik wanita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang tewas di saluran irigasi, Lampung Tengah.

Kematian Zaimah (65), wanita ODGJ menggemparkan warga Dusun V, Kampung Liman Benawi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. 

Bukan tanpa sebab, lansia tersebut meninggal di saluran irigasi setempat sambil membawa bungkusan uang senilai Rp3 juta di balik kain jariknya. 

Keluarga menduga uang tersebut merupakan hasil pemberian warga atau pengunjung pasar. 

Semasa hidupnya, ujar Suparmi, Zaimah memang kerap menghabiskan waktu dengan duduk di depan warung atau area pasar setelah dari sungai.

Baca Juga Pemuda di Metro Tewas Tenggelam di Rawa Lampung Tengah saat Berburu Burung

​Kini, "harta karun" yang ditinggalkan almarhumah telah dikumpulkan oleh keluarga. 

Rencananya, uang tersebut akan digunakan Suparmi dan keluarga untuk membantu biaya pemakaman dan keperluan belanja selama masa duka.

​"Mungkin dikasih orang-orang di pasar. Kadang dikasih makan, kalau tidak ya dikasih uang lima ribu atau berapa, kami tidak pernah tanya," tambah Suparmi. 

Peristiwa penemuan jenazah Zaimah pada Rabu, 1 April 2026 pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB.

Anak almarhumah, Suparmi, mengaku pertama kali mendapatkan kabar dari tetangganya saat ia sedang selesai mencuci pakaian di rumah.

​"Ada tetangga panggil-panggil, katanya ibu saya (Zaimah) sudah tenggelam di irigasi. Saya langsung lari ke sana bersama warga dan Pak Bayan," ujar Suparmi saat ditemui di rumah duka, Sabtu (4/4/2026).

​Saat ditemukan, kata dia, posisi tubuh Zaimah berada dalam keadaan tengkurap di sungai yang memang biasa digunannya untuk mandi dan buang air sehari-hari.

Bersama sekitar lima orang warga, jasad Zaimah dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka karena bidan desa sedang tidak berada di tempat.

Kejutan muncul saat pihak keluarga dan warga mengurus jenazah.

Di balik kain jarik dan baju yang dikenakan almarhumah, ditemukan bungkusan uang yang diikat rapi dengan karet.

​Lantaran kondisi jasad ditemukan di air, tumpukan uang tersebut dalam keadaan basah kuyup. 

Warga pun berinisiatif membantu menjemur uang-uang tersebut di halaman rumah agar tidak rusak.

​Suparmi menyebutkan bahwa total uang yang ditemukan mencapai lebih dari Rp 3 juta. 

Ia mengaku, uang tersebut terdiri dari berbagai macam pecahan, mulai dari uang kertas Rp 1.000 hingga Rp 100.000, serta uang koin pecahan Rp 100 rupiah dan Rp 500 rupiah.

​"Kami keluarga benar-benar tidak tahu kalau ibu punya uang sebanyak itu. Setahu saya paling cuma uang receh dua ribuan," ungkapnya dengan nada heran.

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.