TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Perbaikan jalan desa yang dilakukan secara swadaya oleh warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo memicu polemik. Sejumlah warga memprotes klaim dari pemerintah desa yang disebut menyatakan kegiatan tersebut difasilitasi oleh desa.
Padahal perbaikan jalan yang berada di Desa Sukorejo itu dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dan pemuda setempat. Jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar satu kilometer dan berada di wilayah Kecamatan Kotaanyar.
Salah satu warga, Misbah, menyebut kegiatan tersebut murni berasal dari inisiatif masyarakat yang prihatin dengan kondisi jalan desa yang rusak.
Baca juga: Pemkab Probolinggo Galakkan Bike to Work, Gus Haris: Hemat BBM Sekaligus Hidup Sehat
Menurutnya, awalnya warga hanya menargetkan perbaikan jalan sepanjang sekitar 200 meter. Namun karena partisipasi masyarakat cukup tinggi, perbaikan akhirnya melampaui target hingga mencapai sekitar satu kilometer.
"Kegiatan perbaikan jalan ini awalnya ditargetkan hanya sepanjang 200 meter, tapi karena antusias sangat tinggi sehingga lebih dari target. Tapi malah diakui itu didanai oleh desa," ujarnya.
Baca juga: Anak 9 Tahun di Probolinggo Dibanting Guru Ngaji, karena Lecetkan Mobil Kiai
Ia menjelaskan, saat proses perbaikan berlangsung memang ada satu orang dari pihak pemerintah desa yang ikut membantu bekerja. Kegiatan tersebut kemudian didokumentasikan dan disebut sebagai kegiatan pemerintah desa.
Baca juga: Buka Saat Ramadan, 7 LC dan Puluhan Miras Diamankan di Tempat Karaoke Probolinggo
"Perbaikan jalan ini murni inisiatif warga yang ingin jalan desa sama seperti kebanyakan desa yang bagus dan tidak berlubang. Jelas tidak terima, karena di sini pihak desa memang tidak ada andil, apalagi sampai menyebut didanai oleh desa," tegasnya.
Dalam keterangan tertulis pemerintah desa, Kepala Desa Sukorejo Abdul Halim disebut memantau pengerjaan dan ikut bekerja bersama warga saat kegiatan berlangsung.
Dalam pernyataannya, Abdul Halim mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Baca juga: Cegah Pelanggaran, Senpi Milik Anggota Polres Probolinggo Kota Dicek
"Alhamdulillah kekompakan ini adalah modal sosial terbesar kita. Terima kasih untuk seluruh masyarakat, terutama adik-adik pemuda. Kehadiran kalian adalah energi luar biasa bagi kami di pemerintah desa. Ketika kita bersatu, tidak ada lubang yang terlalu dalam untuk kita tutup, dan tidak ada masalah yang terlalu berat untuk kita selesaikan," ujarnya dalam keterangan tertulis.