SURYAMALANG.COM, - Persija Jakarta harus menelan pil pahit dalam upaya perburuan gelar juara Super League 2025/2026.
Bertandang ke markas Bhayangkara FC yang tengah dalam tren positif, skuad Macan Kemayoran dipaksa menyerah dengan skor tipis 3-2 melalui drama comeback yang menyakitkan, Minggu (5/4/2026) malam.
Kekalahan ini terasa kian menyesakkan lantaran di saat yang bersamaan, dua rival terberat mereka, Persib Bandung dan Borneo FC, justru kompak memetik kemenangan di laga tandang.
Hasil ini membuat jarak poin Persija dengan puncak klasemen melebar menjadi sembilan angka, sebuah selisih yang membuat peluang juara tim asuhan Carlos Pena ini berada di ujung tanduk dengan kompetisi yang hanya menyisakan delapan pertandingan lagi.
Persija Jakarta harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, sebab tuan rumah sedang on fire berkat lima kemenangan beruntun.
Skuad Macan Kemayoran justru menjadi korban comeback dramatis dalam laga tersebut.
Meski sempat dua kali memimpin skor, Persija harus kalah dengan cara menyakitkan.
Kartu merah yang didapat Jordi Amat hingga gol telat Moussa Sidibe pada penghujung laga menjadi biang kerok utama yang membuat Persija pulang tanpa poin dalam laga ini.
Kekalahan ini pun menjadi pukulan telak bagi kubu Persija.
Situasi apes kian dirasakan Persija karena dua rivalnya yang bersaing di jalur juara justru sama-sama memetik kemenangan pada malam yang sama.
Borneo FC mampu mencuri tiga poin dari kandang Madura United dengan kemenangan skor 1-3, sementara Persib Bandung juga mampu mempecundangi Semen Padang selaku tuan rumah dengan skor 0-2.
Kemenangan yang diraih Borneo FC dan Persib otomatis mengubah sedikit peta persaingan di jalur juara.
Persija yang awalnya berharap bisa bersaing di jalur tersebut tampaknya perlu sadar jika harapan mereka kian redup.
Jumlah poin Persija kini semakin tertinggal di jalur utama perburuan gelar juara.
Menempati peringkat ketiga dengan 52 poin, Persija kini tertinggal 9 angka dari Persib selaku pemuncak klasemen, sementara jarak dengan Borneo FC selaku runner-up melebar menjadi lima angka.
Dengan menyisakan delapan laga lagi, harapan Persija untuk merebut gelar juara Super League musim ini kian berat.
Apalagi, performa Persija sendiri mulai angin-anginan di momen kritis.
Contohnya, dalam tiga laga terakhirnya, Persija sama sekali gagal meraih kemenangan dalam satu laga pun.
Dua hasil imbang melawan Borneo FC dan Dewa United, disusul kekalahan menyakitkan saat bertemu Bhayangkara FC, menjadi tanda kondisi Persija sedang oleng.
Catatan tiga laga tanpa kemenangan di momen kritis, setelah sebelumnya mampu meraup tiga kemenangan beruntun, jelas menjadi alarm bagi tim.
Persija yang awalnya digadang-gadang bisa menjadi pesaing terkuat Persib memperebutkan gelar tampaknya harus realistis menatap akhir kompetisi musim ini.
Pada laga selanjutnya, Persija akan kedatangan Persebaya Surabaya di kandang sendiri pada akhir pekan ini.
Jika sampai gagal meraih poin lagi dalam laga ini, Persija dipastikan hampir tersisih di jalur juara.
Kejatuhan mental pun diprediksi bakal dirasakan skuad Macan Kemayoran andai kembali gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir secara berturut-turut.
Persib Bandung: 61 Poin / 26 Laga
Borneo FC: 57 Poin / 26 Laga
Persija Jakarta: 52 Poin / 26 Laga
(Keterangan: Kompetisi Super League masih tersisa 8 laga lagi)
(Tribunnews.com)