TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan mengenai kondisi terbaru Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyusul laporan adanya serangan yang menyasar otoritas tertinggi negara tersebut oleh AS dan Israel.
Boroujerdi membenarkan bahwa Mojtaba Khamenei sempat mengalami cedera dalam sebuah serangan yang dilancarkan oleh pihak musuh.
Serangan tersebut diketahui menyasar kantor Pemimpin Agung Iran.
"Tentu Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei cedera dalam serangan yang dilakukan oleh pihak musuh terhadap kantor pemimpin agung Iran," kata Boroujerdi.
Kendati demikian, Dubes Boroujerdi memastikan bahwa kondisi kesehatan Mojtaba saat ini telah pulih.
Ia menegaskan sang pemimpin kini dalam keadaan sehat dan aktif menjalankan roda kepemimpinan negara.
"Tetapi alhamdulillah keadaan beliau dalam keadaan yang sehat dan bisa menjalankan tugas kepemimpinan negara dengan baik. Keadaan beliau adalah keadaan sehat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Boroujerdi menjelaskan bahwa stabilitas kepemimpinan di Iran memiliki mekanisme pengawasan yang ketat melalui Dewan Ahli Kepemimpinan.
Dewan ini bertugas memantau kinerja serta kondisi fisik dan mental sang pemimpin.
Menurutnya, jika seorang pemimpin dianggap sudah tidak mampu lagi menjalankan tugasnya karena faktor kesehatan atau sebab lainnya, dewan tersebut akan segera mengambil langkah konstitusional.
"Apabila seorang pemimpin dikarenakan alasan apapun tidak dapat menjalankan tugasnya, termasuk syahid, maka dewan ini akan segera mengadakan sidang dan menentukan pemimpin berikutnya," jelas Boroujerdi.
Baca juga: Dubes Boroujerdi: Ironis Dewan Keamanan PBB Tak Mengutuk Serangan AS-Israel ke Iran
Kepemimpinan tidak mengadakan sidang darurat, menurut Boroujerdi, menjadi bukti otentik bahwa Mojtaba Khamenei masih sangat bugar untuk memimpin Republik Islam Iran.
"Dikarenakan tidak ada sidang berikutnya dari dewan ini, maka dapat disimpulkan bahwa Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei dalam keadaan sehat dan bisa menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara," tandasnya.