SURYAMALANG.COM, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi iklim Indonesia tahun 2026.
Hingga akhir Maret, sejumlah wilayah di Sumatera, Sulawesi, hingga Papua dilaporkan telah memasuki musim kemarau, yang diprediksi akan meluas secara signifikan pada periode April hingga Juni mendatang.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya.
Hal ini diperkuat dengan adanya indikasi kuat berkembangnya fenomena El Nino pada semester kedua tahun 2026 dengan peluang mencapai 80 persen.
BMKG mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah secara signifikan, dengan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi sebagian kecil wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTB, NTT dan Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.
Baca juga: Waspada Potensi Gempa Susulan Sulut: BMKG Ingatkan Sejarah Palu, Minta Warga Siaga 2 Hari ke Depan
"BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala" kata Faisal, dikutip dari laman resmi bmkg.go.id, Minggu (5/4/2026).
"Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia," imbuhnya.
Di sisi lain, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan BMKG memprediksi adanya peluang berkembangnya fenomena El Nino pada semester kedua tahun ini.
El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut (SPL) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang melebihi suhu normal, sehingga menyebabkan perubahan pola angin dan curah hujan global.
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Senin 6 April 2026: Hujan Ringan Merata, Sedikit Berawan
Hingga akhir Maret 2026, kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau masih berada pada fase Netral.
Namun, pemodelan iklim menunjukkan bahwa ENSO dapat berkembang menjadi fase El Nino pada semester kedua tahun 2026.
"Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Nino berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80 persen, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20 persen) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat," ujarnya.
BMKG mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menginterpretasikan data prediksi saat ini karena adanya fenomena spring predictability barrier (hambatan prediktabilitas musim semi).
Fenomena ini merupakan penurunan drastis akurasi prediksi model cuaca dan iklim untuk ENSO saat belahan Bumi utara melewati periode musim semi (Maret, April, Mei).
Baca juga: Sikap Pemkab Mojokerto Hadapi El Nino Godzilla: Ancaman Kekeringan Panjang dan Panas Ekstrem April
Akurasi prediksi El Nino yang dihasilkan pada periode Maret-April umumnya hanya andal untuk prakiraan tiga bulan ke depan.
Oleh karena itu, diperlukan keahlian dalam memahami interaksi multi-faktor yang menyebabkan lahirnya kondisi El Nino maupun dampak telekoneksinya ke wilayah Indonesia.
Tingkat kepercayaan (confidence) terhadap intensitas El Nino diprediksi akan semakin tinggi pada hasil prediksi bulan Mei 2026.
Secara statistik, prediksi pada bulan Mei memiliki keandalan yang lebih baik untuk menjangkau kondisi iklim hingga enam bulan ke depan.
Baca juga: Kemarau dan Ancaman El Nino, Gubernur Khofifah Instruksikan Bupati-Wali Kota Jaga Produksi Pertanian
"Meskipun intensitas pastinya masih berkembang, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia," katanya.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah presisi yang bisa dilakukan oleh seluruh pihak.
Informasi lengkap mengenai prediksi musim kemarau 2026 dan langkah antisipasi bagi pemangku kebijakan, beragam sektor, dan masyarakat dapat diakses melalui saluran komunikasi resmi BMKG.
(Tribunnews.com)