Breaking News Truk Angkut Ekskavator Tabrak Rumah Warga Jati Agung Lampung Selatan
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 06, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Truk yang membawa ekskavator menabrak rumah warga di Desa Karang Sari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Pantauan Tribunlampung.co.id, Senin (6/4/2026) di lokasi kejadian, truk masih belum dievakuasi dengan posisi bagian depan masuk ke bangunan rumah warga.

Sedangkan bagian belakang truk masih dalam keadaan membawa ekskavator. Truk itu menabrak dinding rumah warga yang juga dipakai untuk warung/kios berjualan. Bagian depan rumah tampak hancur tetabrak mobil truk tronton.

Rumah tersebut milik pasangan suami istri (pasutri) bernama Muhrodin (56) dan Evi (44).

Bukan hanya rusak pada bagian luar rumah saja, kerusakaan juga sampai dalam rumah. Timbul retakan panjang hingga ke bagian kamar rumah korban. Plafon rumah bagian luar pun ambrol.

Baca juga: Truk Mundur Tak Kuat Menanjak Akibatkan Kecelakaan 3 Kendaraan, Satu Tewas

Sampai saat ini, menurut pemilik rumah, belum ada satu pun pihak pengemudi truk, penyewa truk, atau pemilik truk yang mendatanginya.

Sementara garis polisi tidak ada di lokasi kejadian. Menurut pemilik rumah, hanya ada satu polisi yang datang tadi malam, dan cuma menanyakan kronologinya saja.

Baik Muhrodin (56), maupun istrinya Evi (44), mengaku tidak menyaksikan langsung detik-detik kejadian karena sedang melaksanakan salat di masjid.

"Kalau kronologi pastinya kami tidak tahu, karena saat itu kami sedang di masjid. Pas pulang, kondisi sudah ramai dan ruko kami sudah hancur," ujar Muhrodin saat ditemui di lokasi, Senin (6/4/2026).

Berdasarkan keterangan warga dan saksi mata, truk tronton tersebut diduga dikemudikan dalam kondisi tidak normal. Sejumlah saksi menyebut kendaraan sudah melaju zig-zag sejak dari jarak cukup jauh sebelum akhirnya menabrak bangunan.

"Banyak yang bilang sopirnya mabuk. Dari jauh sudah oleng ke kanan, warga sampai teriak-teriak karena takut,"  ketusnya.

Akibat kejadian tersebut, bagian depan ruko mengalami kerusakan parah. Bangunan yang digunakan untuk berjualan sembako itu kini tidak dapat digunakan lagi.

Selain kerugian materiil, insiden ini juga menyebabkan korban luka. Seorang kernet truk mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Airan untuk mendapatkan perawatan.

Seorang pengendara motor yang melintas dilaporkan mengalami patah kaki akibat terdampak kecelakaan. Sopir truk disebut sempat berusaha melarikan diri usai kejadian.

Sampai saat ini pemilik rumah mengaku belum menerima tanggung jawab dari pemilik kendaraan maupun perusahaan terkait.

"Harapan kami ada pertanggungjawaban penuh. Ini tempat kami mencari nafkah setiap hari, sekarang hancur total. Kalau ditaksir, kerugian bisa sampai Rp500 juta," ujar Evi.

Kasus kecelakaan ini masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.