Nama Seluruh Sekolah Dasar di Kota Mataram Berubah Mulai 22 Juni 2026
Idham Khalid April 06, 2026 04:20 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Pemerintah Kota Mataram secara resmi akan memberlakukan penamaan baru bagi sekolah-sekolah di wilayahnya. 

Kebijakan ini akan mulai diimplementasikan penuh pada tanggal 22 Juni mendatang, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, M. Yusuf menyatakan bahwa, dasar hukum perubahan ini telah selesai dan mendapat persetujuan dari Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana.

“Perubahan nama sekolah sudah selesai kan sudah ditandatangan Pak Walikota. Sosialisasi di kota juga sudah, tinggal diimplementasi saja nanti tanggal 22 Juni mulai berlaku,” ucap Yusuf saat ditemui, Senin (6/4/2026).

Perubahan paling signifikan menyasar jenjang Sekolah Dasar (SD). Jika sebelumnya nama SD di Kota Mataram masih menyertakan nama kecamatan tertentu seperti Ampenan, Mataram, atau Cakranegara, kini seluruhnya akan diseragamkan menjadi SD 1 Mataram hingga SD 142 Mataram.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, Yusuf menyebutkan sistem yang ada (SMP 1 sampai SMP 24 Mataram) sudah sesuai dan akan tetap digunakan.

Baca juga: Kemenag Usul Tambahan Rp24,8 Triliun untuk Madrasah-Sekolah Keagamaan, hingga Perbaikan Sarpras

Lebih jauh Yusuf juga menjelaskan, penomoran baru bagi 142 SD di Kota Mataram tidak dilakukan secara acak, melainkan disesuaikan dengan tahun berdirinya.

Adapun, alasan utama perubahan ini adalah untuk menyesuaikan dengan kondisi administratif Kota Mataram saat ini yang sudah memiliki enam kecamatan, yakni Ampenan, Cakranegara, Mataram, Sandubaya, Sekarbela, dan Selaparang.

Penggunaan nama lama (Cakra, Mataram, Ampenan) dianggap tidak lagi mewakili kecamatan-kecamatan baru.

Yusuf menekankan pentingnya identitas yang seragam agar tidak ada wilayah yang merasa ditinggalkan. 

“Sekarang ini kan ada enam kecamatan di kota masa nama tiga saja yang Cakra, Mataram sama Ampenan saja, sementara nanti Sandubaya dan lainnya gak ada kan,” tandasnya.

Dengan kebijakan ini, seluruh sekolah akan mengusung nama “Mataram” untuk memperkuat identitas kota dan menciptakan keseragaman administratif di seluruh wilayah.

Pihak Dinas Pendidikan memastikan bahwa proses sosialisasi telah dilakukan sehingga sekolah-sekolah siap menggunakan identitas baru mereka pada tahun ajaran mendatang.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.